Kereta Tanpa Rel IKN Siap Uji Coba Awal Agustus 2024
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah akan melakukan uji coba Autonomous-rail Rapid Transit (ART), alias kereta otonom tanpa rel di Ibu Kota Nusantara (IKN) 1 Agustus 2024.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelaskan, jalan percontohan sepanjang 500 meter di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat IKN sudah rampung dikerjakan. Sisanya akan rampung pada Juli 2024.
"Kita sudah membuat final 500 meter jalan percontohan, cross section. Cross section itu gambar jalan yang sudah selesai. Insyaallah, kita akan coba selesaikan sehingga bisa uji coba," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2024).
Danis pun menjelaskan, sensor yang digunakan untuk menggerakkan ART akan terletak di atas marka jalan. Marka jalan itu berupa garis putus-putus yang biasa ditemukan di jalanan umum. Nantinya, ada sensor di marka tersebut.
Lokasi marka berada di ujung kiri dari satu jalan yang memiliki enam lajur (lane). Selain itu, lanjut mantan Dirjen Cipta Karya itu, di ujung kiri lajur tersebut disediakan ruang untuk bus listrik agar bisa memutari Sumbu Kebangsaan Sisi Barat. Hal ini mengingat, semua jenis kendaraan di IKN diproyeksikan berjenis electric vehicle (EV) yang ramah lingkungan.
Baca Juga
PUPR Beberkan Progres Pembangunan Kawasan Kepresidenan di IKN Capai 89,9%
"Jadi prinsipnya ada enam lane. Satu lane sebelah kiri itu dedicated artinya diberikan untuk bus. Nanti di tengahnya itu ada marka yang bersifat sensor untuk rel, seolah-olah rel," papar Danis.
Kendati demikian, Danis menyampaikan, feasibility study (FS) atau uji kelayakan ART berada di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Namun, dirinya memastikan PUPR akan segera merampungkan kurang lebih 10 kilometer jalan di Sumbu Kebangsaan Sisi Barat untuk bisa digunakan Kemenhub untuk uji coba kereta tanpa rel tersebut pada, 1 Agustus 2024.
"Kita akan selesaikan sumbu barat. Total panjangnya kurang lebih tidak sampai 10 kilometer, bentuknya loop, memutar. Ini rampungnya dua minggu yang lalu, sewaktu presiden terakhir melihat ini," tutur Danis.
Pada Februari 2024, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, kereta otonom ini beroperasi menggunakan baterai yang disubstitusikan dengan marka jalan dan magnet.
Nantinya, kereta tersebut akan berada di kawasan Sumbu Kebangsaan Timur dan Sumbu Kebangsaan Barat, di mana tahap pembangunan rutenya akan dilakukan dalam dua fase.
"Satu set ART terdiri dari dua gerbong, dengan total kapasitas penumpang sebanyak 324 orang. Kecepatan operasionalnya 40 km/jam dan maksimal 70 km/jam," kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/2/2024).
Baca Juga
Menteri PPN Jawab Kekhawatiran Investor Asing soal Makan Bergizi Gratis dan IKN
Terkait jalur, Budi Karya menerangkan, panjang pembangunan jalur ART tahap satu adalah kurang-lebih 1,2 kilometer (km), sedangkan panjang pembangunan jalur tahap dua adalah kurang-lebih 5,2 km. Saat beroperasi nanti, lanjut dia, jalur dan halte ART akan saling berbagi dengan Bus Rapid Transit (BRT).
Mengenal Kereta Otonom Tanpa Rel (ART)
ART merupakan transportasi massal perkotaan yang dikembangkan oleh perusahaan asal China yakni China Railway Rolling Stock Corporation atau CRRC Corp., Ltd. Kereta otonom ini memiliki panjang 30 meter dengan harga 1 unitnya sebesar US$2,2 juta atau Rp36,06 miliar (asumsi kurs Rp16.395)
ART pertama kali dikenalkan ke publik pada Oktober 2017 di Kota Zhuzhou, Provinsi Hunan, China yang mulai beroperasi pada 2018. Lalu, secara bertahap ART dioperasikan pula di Chengdu dan Yibin, Provinsi Sichuan, serta beberapa kota lainnya.
ART merupakan transportasi umum seperti kereta yang terdiri dari tiga gerbong dan berkapasitas hingga 300 orang lebih. Namun, kereta berkecepatan maksimum 70 km/jam ini tidak menggunakan rel konvensional, kabel, roda besi, serta dikendalikan oleh sistem.
Kereta otonom ini memiliki sensor yang berfungsi mengidentifikasi lintasan virtual di jalan dan memberi perintah melalui unit kendali pusat, sehingga mewujudkan sistem kemudi tanpa awak.
Adapun sistem persinyalan untuk memprioritaskan ART pada persimpangan jalan raya. Secara sederhana, kereta memberikan instruksi kepada lampu persinyalan pada jarak 100 meter dari lampu lalu lintas (lalin).
Baca Juga
Kemudian, lampu tersebut menyesuaikan sistem lampu lalin setelah menerima sinyal untuk memastikan bahwa kereta ART melewati persimpangan dengan aman dan cepat.
Sumber tenaga kereta otonom ini berbasis listrik yang disalurkan melalui baterai. Setiap halte dilengkapi perangkat pengisian daya cepat. Setiap ART memasuki halte dan mengirimkan aplikasi pengisian daya, perangkat pengisian daya akan secara otomatis beralih ke kondisi pemasok daya, dan kereta akan mengangkat pantograf untuk menerima daya.
Arus pengisian daya maksimum ART dapat mencapai 1.000 Ampere, dengan pengisian selama 10 menit jarak yang ditempuhnya sampai dengan 25 km. Sejauh ini, China sudah bukan satu-satunya negara yang menggunakan ART. Sebab, terdapat dua negara yang turut memanfaatkan transportasi ramah lingkungan itu.
Pada 7 September 2022, CRRC mengirim dua produk ART ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk dioperasikan. Kemudian, disusul tahap uji coba di Malaysia pada 18 September 2023, dan di Perth, Australia pada 27 September 2023.

