Dorong Infrastruktur SDA, PUPR Jalin Kerja Sama dengan Uzbekistan dan Tajikistan
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya untuk mendorong infrastruktur sumber daya air (SDA) nasional dengan melakukan pertemuan bilateral dengan dua negara di Asia Tengah yakni Uzbekistan dan Tajikistan.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri SDA Uzbekistan, Shavkat Khamraev dan Penasihat Presiden Republik Uzbekistan Bidang Pertanian, Shukhrat Ganiev pada Selasa (11/6/2024).
Pada kesempatan lainnya, Basuki juga bertemu dengan Perdana Menteri Tajikistan Kokhir Rasulzoda, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Air Republik Tajikistan Daler Juma pada Plenary Session pada 3rd High Level International Conference on the International Decade for Action “Water for Sustainable Development” 2018-2028 yang dilaksanakan di Dushanbe, Tajikistan.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri PUPR menyampaikan sejumlah peluang kerja sama antar-kedua negara di bidang infrastruktur SDA, khususnya dalam hal modernisasi irigasi, program infrastruktur SDA berbasis masyarakat, dan pembangunan infrastruktur SDA dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP).
Baca Juga
Volume Air di Bendungan Pulau Jawa Turun 19%, Kementerian PUPR Lakukan Modifikasi Cuaca
“Indonesia telah mengembangkan beberapa teknologi irigasi untuk menjaga efisiensi air untuk irigasi, yakni big gun sprinkler, teknologi modular pracetak dan cut-throat flume (CTF) yang digunakan di beberapa daerah irigasi di Indonesia, berdasarkan kondisi masing-masing daerah,” kata Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima investortrust.id pada Selasa (11/6/2024).
Sebagai gambaran, teknologi Big Gun Sprinkler merupakan teknologi yang cocok untuk mengembangkan lahan kering karena efisiensinya yang memancarkan air sejauh radius 100 meter atau diameter 200 meter.
Sedangkan, teknologi saluran irigasi modular merupakan teknologi saluran irigasi yang menggunakan beton pracetak yang dapat diterapkan pada berbagai desain saluran dimensi dan mudah untuk diproduksi.
Terakhir, terang Basuki, untuk teknologi CTF berguna untuk membangun saluran irigasi yang lebih efektif dan efisien. Di mana, alat ini digunakan untuk mengukur aliran air permukaan, aliran limbah, dan pembuangan industri.
Basuki menambahkan, Uzbekistan telah melakukan modernisasi sistem irigasi regional untuk meningkatkan pasokan air ke sektor pertanian dengan menerapkan saluran beton untuk mengurangi kehilangan air.
Baca Juga
Akan Ada Menara BUMN Setinggi 778 Meter di IKN? Ini Kata Menteri PUPR
“Berkaca pada pengalaman modernisasi irigasi kedua negara, kami terbuka untuk berkolaborasi dengan Uzbekistan di bidang pembangunan infrastruktur sumber daya air,” imbuh dia
Dia juga mengajak kedua negara tersebut untuk berbagi pengalaman guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan layanan dasar dan infrastruktur di daerah perkotaan/pedesaan.
“Indonesia mempunyai pengalaman dalam proyek infrastruktur berbasis masyarakat yang fokus pada peningkatan kesadaran masyarakat agar aktif berpartisipasi dan bertanggung jawab atas infrastruktur yang mereka bangun. Peran pemerintah adalah memfasilitasi masyarakat,” tandas Basuki.
Sebagaimana tertera dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-6, akses air bersih dan sanitasi aman untuk semua harus dicapai pada 2030. Sementara, berdasarkan laporan PBB pada 2022 mengenai SDGs, akses untuk layanan air minum aman hanya mencapai 73% dari populasi global, dan untuk sanitasi dasar hanya mencapai 57%.
“Indonesia telah mencapai 92% layanan air minum dan 86% layanan sanitasi dasar pada tahun 2023. Meski begitu, masih banyak aksi yang harus dilakukan untuk mencapai target akses air bersih dan sanitasi aman pada 2030,” jelas Basuki.
Hal yang penting dan krusial, menurut Basuki, dari UN Water Conference yang menyatakan bahwa air untuk kebaikan bersama, dan akses air minum dan sanitasi aman adalah hak manusia yang harus dipenuhi. “Oleh karena itu, (sumber daya air) harus selalu tersedia dan mudah diakses oleh seluruh populasi,” kata dia.
Proyek Infrastruktur SDA di Indonesia
Tak hanya itu, Basuki juga memaparkan sejumlah proyek infrastruktur SDA yang dilaksanakan melalui skema KPBU/PPP di Indonesia. “Saat ini kami sedang melakukan persiapan pada sebanyak 20 proyek pembangunan infrastruktur penyediaan air minum, yang dibiayai melalui skema KPBU dan 7 proyek pengembangan SDA," ungkap dia.
Beberapa proyek KPBU yang siap ditawarkan, lanjut Basuki, yakni 4 proyek pengembangan SDA (pembangkit listrik tenaga air, sistem irigasi, pembangunan bendungan dan infrastruktur terkait), dan 2 proyek pembangunan infrastruktur penyediaan air minum.
Basuki juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menteri SDA Uzbekistan, Shavkat World Water Forum Ke-10 di Bali pada Mei lalu.
“Saya sangat menghargai cara orang Uzbekistan memuliakan air dan memulai pendidikan pada anak-anak untuk menjaga air. Ke depan kami berharap ada kerja sama yang konkret antara Uzbekistan dengan Indonesia khususnya di bidang air,” tutur Basuki.
Shavkat juga menyampaikan ketertarikannya dengan pembangunan di Indonesia. Mereka sangat kagum dengan Menteri PUPR yang merupakan diplomat dan selalu bekerja keras untuk membantu hubungan Indonesia dan Uzbekistan.
“Kami berharap hubungan Indonesia dengan Uzbekistan dapat terus ditingkatkan, terutama kerja sama di bidang pertanian dan pengairan,” pungkas Shavkat.

