Kemenparekraf Bidik Devisa Pariwisata Tembus US$ 20 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisasta dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan perolehan devisa sektor pariwisata tahun ini menembus US$ 20 miliar. Hal ini menjadikan pariwisata sebagai kontributor terbesar kedua terhadap pendapatan devisa.
“Tahun ini kami memperkirakan pendapatan devisa pariwisata hampir US$ 20 miliar, menjadikan pariwisata sebagai kontributor terbesar kedua terhadap pendapatan devisa. Sektor pariwisata juga menciptakan 25 juta lapangan kerja,” ujar Menteri Pariwisasta dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno pada acara International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Kamis (6/6/2024).
Baca Juga
ITIF 2024, UN Tourism Paparkan Keuntungan Berinvestasi di Sektor Parekraf Indonesia
Menurut Sandiaga,investasi US$ 3 miliar yang diraih dari perhelatan ITIF 2023belum cukup, sehingga target investasi yang diperoleh dari ITIFedisi kedua (ITIF 2024) dilipatgandakanmenjadi US$ 5-7 miliar.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Kemaritiman dan Investasi (Marinves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia pada 2045. Hal ini didorong sumber daya yang melimpah, sektor pariwisata yang dinamis, dan penetrasi internet yang signifikan.
“Perekonomian kita tumbuh secara berkelanjutan, didukung iklim investasi yang stabil, sektor pariwisata yang terus bertumbuh, dan sektor manufaktur yang kuat,” tutur Luhut.
Luhut menjelaskan, perekonomian Indonesia ke depan bakal ditopang industri manufaktur hasil hilirisasi yang dicanangkan pemerintah saat ini, salah satunya nikel.
“Karena hilirisasi, ekspor nikel kita tahun lalu hampir mencapai US$ 40 miliar dari sebelumnya hanya US$ 9 miliar. Saya yakin pada 2030, ekspor nikel kita bisa mencapai US$ 70 miliar,” papar Luhut.
Menko Marinves mengungkapkan, berdasarkan data kuartal I-2024, pendapatan devisa dari sektor pariwisata sudah mencapai 90% dari level 2019.
Baca Juga
Menparekraf Resmi Buka International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 di Jakarta
“Jumlah wisatawan asing di Indonesia mencapai 11 juta orang, melampaui target awal 8,5 juta orang. Perjalanan wisatawan domestik juga mencapai angka yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu sekitar 800 juta orang, yang memanfaatkan bonus demokrasi dan pertumbuhan pendapatan menengah,” papar dia.
Tahun ini, kata Luhut, Indonesia mematok target 1 miliar pergerakan wisatawan domestik dan 14 juta kunjungan wisatawan asing. “Sektor pariwisata menunjukkan potensi pemulihan dan pertumbuhan yang kuat,” tegas dia.

