Bioetanol Mau Dijadikan Pengganti Pertalite? Ini Kata Menteri ESDM
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, memberi tanggapan soal rencana PT Pertamina (Persero) mengubah produk subsidi mereka dari BBM dengan oktan paling rendah RON 90, yakni pertalite, ke tingkat oktan yang lebih tinggi.
Diwacanakan bahwa Pertamina akan menjadikan BBM dengan kualitas yang lebih tinggi seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), dan produk baru BBM bioetanol Pertamax Green 95 (RON 95) sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) pada 2027 mendatang.
Menanggapi hal ini, Arifin Tasrif mengatakan bahwa untuk bisa mewujudkan hal tersebut maka Indonesia mesti bisa memproduksi etanolnya terlebih dahulu. Etanol inilah yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk bioetanol.
Baca Juga
Bahlil Minta Investasi Gula dan Bioetanol di Merauke Libatkan Masyarakat Lokal
“Iya etanolnya dulu harus kita bikin. Etanol ini kita bisa bikin sendiri,” ujar Arifin Tasrif saat ditemui di gedung Kementerian ESDM, Selasa (4/6/2024).
Rencana Pertamina untuk mengubah produk subsidi mereka menjadi bioetanol juga mendapat sambutan positif dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Anggota BPH Migas, Saleh Abdurrahman menilai, sudah seharusnya subsidi diberikan ke jenis BBM yang lebih berkualitas. Namun, ia memberi catatan pemerintah juga perlu memastikan adanya kepastian pasokan bahan baku bioetanol di hulu untuk keberlanjutan BBM berkualitas tinggi tersebut.
“Kalau memang (diterapkan) itu kebijakan itu bagus. Artinya kalau itu mau dijadikan JBKP pengganti Pertalite juga bagus, tapi kan pemerintah perlu mempertimbangkan harga, kesiapan infrastruktur dalam negeri, bioetanolnya terutama, kan (kandungannya sampai) 5%-7%,” terangnya.

