Menparekraf: Nilai Transaksi Ekonomi di World Water Forum ke-10 Capai Rp 1,38 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - Penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali pada 18-25 Mei 2024 lalu diklaim berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Gelaran tersebut berhasil mencatatkan transaksi dengan nilai yang terbilang besar, yakni Rp 1,38 triliun.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebut World Water Forum (WWF) ke-10 berkontribusi hingga 0,37% terhadap perekonomian nasional. Nilai transaksi terkait dengan gelaran tersebut mencapai Rp 1,38 triliun.
“Aktivitas perekonomian nasional naik 0,374% selama WWF, dan totalnya Rp 1,38 triliun. Lapangan kerjanya sekitar 10.500 orang," katanya dalam konferensi pers "The Weekly Brief With Sandi Uno", Senin (3/6/2024) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.
Dari survei yang dilakukan Kemenparekraf bersama Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan (BRIN), diketahui bahwa rata-rata pengeluaran per kunjungan sebesar Rp38,8 juta atau sebesar US$ 2.427.
Baca Juga
World Water Forum Ke-10 Gunakan 670 Kendaraan Listrik, Begini Kesiagaan Personel PLN
"Pengeluaran tertinggi ada di akomodasi, biaya keikutsertaan, makan-minum, dan penerbangan domestik. Berarti dia (delegasi) setelah dari Bali juga menuju ke beberapa destinasi," ujar Menparekraf Sandiaga.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan rerata lama tinggal wisatawan yakni para delegasi adalah 8 hari. Perinciannya, delegasi asing selama 8,7 hari dan delegasi Indonesia 7,1 hari.
Survei dilakukan terhadap 446 responden dengan margin of error 5% dan confidence level 95%. Dari jumlah tersebut, juga diketahui mayoritas lebih dari 90% responden berencana berkunjung kembali ke Bali dan merekomendasikan Bali sebagai tujuan wisata dan bisnis.
Penyelenggaraan World Water Forum 2024 juga memberikan dampak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sekitar lokasi penyelenggaraan atau dalam radius 1,4 kilometer. Terjadi peningkatan volume penjualan dan omzet pendapatan pada rentang 21-50%.
"World Water Forum ini bukan hanya meningkatkan ekonomi, tapi juga mempromosikan kearifan dan budaya lokal pengelolaan air kita di kancah internasional," ujar Sandiaga.
Lebih lanjut Sandiaga mengatakan, capaian-capaian tersebut akan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan.

