Lebih Baik dari G20, Rerata Intensitas Energi RI Capai 3% dalam 10 Tahun Terakhir
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana menyebutkan Indonesia mengalami kemajuan peningkatan efisiensi energi cukup baik dibandingkan negara-negara G20 lainnya.
"Kemajuan perkembangan Indonesia dalam peningkatan efisiensi energi cukup baik dibandingkan negara-negara G20 lainnya, dengan rata-rata perkembangan intensitas energi sebesar 3% dalam dekade terakhir," kata Dadan dalam keterangan resmi, Jumat (24/5/2024).
Dadan menyampaikan, Indonesia terus meningkatkan aksi kebijakan energi efisiensi. Di antaranya dengan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi yang menjadi panduan implementasi langkah-langkah efisiensi energi di sektor-sektor industri, bangunan gedung, dan transportasi.
"Diestimasikan sekitar 5,28 juta tonne of oil equivalent (TOE) penghematan energi di sektor industri pada 2030," ungkap Dadan.
Baca Juga
Pada sektor bangunan, Dadan mengatakan bahwa pemerintah memperkuat implementasi regulasi bangunan gedung dan penerapan bangunan hijau dan cerdas. Lebih dari 700 bangunan gedung akan menerapkan sistem pengelolaan energi pada tahun depan. Diperkirakan 66 ribu TOE penghematan energi dari gedung-gedung pada 2030.
"Dalam peningkatan efisiensi energi di sektor transportasi, Pemerintah mendorong pemakaian kendaraan listrik serta pengaturan standar-standar ekonomi bahan bakar. Pada 2030, pemerintah menargetkan pemakaian 2 juta unit kendaraan listrik roda empat dan 13 juta kendaraan listrik roda dua," ujarnya.
Langkah-langkah pemerintah mewujudkan efisiensi energi diapresiasi IEA dan begitu juga sebaliknya pemerintah mengapresiasi kerja sama dengan IEA yang sudah lama terjalin.
"Kami mengapresiasi kerja sama yang sudah terjalin selama ini utamanya dalam Joint Work Programme (JWP) 2022-2023 dan kami berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama yang lebih erat dalam lagi JWP 2024-2025," terang Dadan.

