Telkomsat dan Starlink Teken Kerja Sama Penyediaan Layanan Enterprise
JAKARTA, investortrust.id - PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) dan Starlink melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) untuk penyediaan layanan internet segmen pelaku usaha atau enterprise.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd. Rauf dengan Vice President Starlink Commercial Sales beberapa waktu lalu.
Kerja sama ini mengukuhkan posisi Telkomsat sebagai mitra strategis pertama dan utama Starlink di Indonesia. Kerja sama tersebut memungkinkan Telkomsat menggelar layanan bisnis (business services) berbasis Starlink yang kompetitif dan setara dengan penawaran paket bisnis yang ditawarkan melalui situs Starlink.
Telkomsat telah menjalin kerja sama dengan Starlink sejak 2021. Pada 2022, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) itu menggelar layanan pengalur jaringan atau backhaul Starlink memanfaatkan hak labuh yang telah diberikan oleh pemerintah.
Baca Juga
Siap Luncurkan Satelit HTS Baru, Telkomsat Perkuat Koneksi ke Pelosok Negeri
"Infrastruktur backhaul yang digelar oleh Telkomsat ini mampu memberikan layanan konektivitas satelit yang berkualitas dengan tetap menjamin kedaulatan dan keamanan data nasional," ujar Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd. Rauf melalui keterangan resminya, dikutip Sabtu (18/5/2024).
Sebagai catatan, mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 2/2023 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas, backhaul adalah jaringan yang menghubungkan jaringan utama (backbone) ke titik distribusi, untuk kemudian dari titik distribusi dihubungkan ke jaringan akses.
Di sisi lain, Lukman juga memastikan kerja sama Telkomsat dan Starlink tak mengganggu keamanan dan kedaulatan nasional. Seperti diketahui, tak sedikit pihak yang khawatir satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) yang dioperasikan Starlink bakal menjadi ancaman bagi Indonesia.
Mengutip situs resmi Starlink, paket enteprise Starlink terbagi menjadi tiga paket yaitu Lokasi Tetap, Mobilitas Darat, dan Maritim. Paket Lokasi Tetap menawarkan kuota standar tanpa batas (unlimited) dengan harga mulai dari Rp 1,1 juta untuk prioritas 40 GB hingga Rp 12,3 juta untuk prioritas 6TB.
Baca Juga
Kemudian untuk paket mobilitas darat ditawarkan dengan biaya langganan Rp 4,3 juta per bulan hingga Rp 86 juta. Terakhir, paket maritim mulai dari Rp 4,3 juta untuk prioritas Mobile-50 GB hingga Rp 86 juta untuk prioritas Mobile-5TB.
SVP Corporate dan Communication Telkom, Ahmad Reza mengatakan kerja sama yang terjalin menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berupaya mendukung program pemerintah untuk percepatan pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia.
“Khususnya untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)” katanya.
Di samping layanan Starlink, Telkomsat yang baru saja sukses meluncurkan dan mengoperasikan Satelit Merah Putih 2 pada awal tahun ini, juga terus menunjukkan keseriusannya untuk meningkatkan kapasitas dan menggelar konektivitas di wilayah yang belum mendapatkan layanan konektivitas terestrial dan seluler (unserved) dan wilayah yang telah mendapatkan konektivitas terestrial dan seluler, namun belum cukup memadai (underserved).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan operasi komersial Starlink di Indonesia akan diresmikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) SpaceX Elon Musk dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela gelaran World Water Forum ke-10 di Bali pada Minggu (19/5/2024).
“Elon Musk akan meresmikan [bersama dengan] Presiden Jokowi. Itu untuk mempermudah komunikasi kita di daerah-daerah terpencil dan akan dilakukan pada hari Minggu [19 Mei 2024],” katanya usai memberikan arahan di Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bareskrim Polri di Bali, Selasa (14/5/2024).
Luhut menyebut Starlink akan menjadi salah satu solusi untuk pemerataan layanan internet di Indonesia, terutama daerah terpencil.

