Ini Penyebab Industri Tekstil Indonesia Melempem
JAKARTA, investortrust.id – Industri tekstil saat ini tengah melempem akibat permintaan global yang lesu. Kepala Departemen Riset Industri dan Regional Bank Mandiri, Dendi Ramdani menjelaskan kondisi itu tercermin dari kinerja nilai ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang terkontraksi 5% pada Maret 2024.
Kontraksi yang sama juga terjadi di industri furnitur dan kayu masing-masing melemah sebesar 3% dan 23%.
"Kontraksi di furnitur dan garmen ini jelas karena penurunan permintaan di negara maju atau negara tujuan ekspor," kata Dendi Ramdani di acara Mandiri Macroeconomic Outlook yang digelar daring, Selasa (14/5/2025).
Kondisi itu pun mengakibatkan sisi pertumbuhan industri itu telah terkontraksi sepanjang 2023. Dendi mencatat, industri TPT telah terkontraksi 2,04%.
Baca Juga
Dongkrak Industri Tekstil, MenKopUKM Dukung Perkembangan Serat Rami di Wonosobo
"Kita tahu pelemahan ekonomi global sangat berpengaruh ke kinerja ekspor di sektor manufaktur ini, dan sektor ini adalah sektor-sektor yang labour intensive," ucap dia.
Belanja Fashion Meningkat
Meski kondisi industri TPT melempem, Kepala Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono mengatakan, belanja fashion pada kuartal I-2024 tercatat tinggi.
Berdasarkan data Mandiri Spending Index, belanja fashion berada di level 178,1. Angka ini meningkat jika dibandingkan kuartal I-2023 yang hanya 136,5 dan pada kuartal I-2022 sebesar 106,3.
Baca Juga
Apindo: Butuh Kepastian Hukum, Investasi TPT Harus Ditarik untuk Sediakan Lapangan Kerja
"Belanja di kuartal I masih relatif solid dan ini ditunjukkan pengeluaran konsumsi rumah tangga secara nasional dari GDP kita terakhir," kata Yudo dalam acara Mandiri Macroeconomic Outlook, yang digelar daring, Selasa (14/5/2025).
Meski demikian, dia mengingatkan indeks belanja fashion tidak selaju sektor lain seperti bahan makanan yang tumbuh tinggi pada kuartal I-2024. Indeks belanja bahan makanan tercatat mencapai 454,7 sedangkan pada kuartal I-2023 sebesar 209,9.
"Memang fashion peningkatannya tidak sedrastis groceries maupun restoran. Ini mungkin juga yang dirasakan nanti oleh teman-teman yang bergerak di bidang department store ataupun fashion yang dirasakan tidak sekencang tahun-tahun sebelumnya," ujar dia.

