Menteri Basuki: Bendungan Ameroro Sultra Tingkatkan Volume Tampungan Air
KONAWE, investortrust.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bertujuan untuk meningkatkan volume tampungan air sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, begitu pula dengan penyediaan air baku serta untuk pengendalian banjir.
“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” terang Basuki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Daya tampung Bendungan Ameroro sebesar 88 juta m3 yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik berkapasitas 1,3 megawatt (MW). Di samping itu, Bendungan Ameroro memiliki manfaat untuk meningkatkan layanan irigasi seluas 3.363 hektare (ha), meningkatkan intensitas pertanaman 300%, melayani kebutuhan air baku di Kabupaten Konawe sebesar 511 liter/detik dan mereduksi banjir hingga 443 m3/detik.
Baca Juga
Jokowi Harap Bendungan Ameroro Dapat Reduksi Banjir di Konawe
“Saat ini proses impounding Bendungan Ameroro telah mencapai 99% atau sebesar 87 juta m3. Di samping pertanian, air baku dan mereduksi banjir, Bendungan Ameroro memiliki potensi wisata untuk Kabupaten Konawe,” ucap Kepala Balai Wilayah Sungai IV Sulawesi A. Adi Umar Dani.
Bendungan Ameroro dibangun pada Desember 2020 - Desember 2023 dengan biaya APBN sebesar Rp 1,57 triliun. Pembangunannya dilaksanakan dalam 2 paket pekerjaan, yakni Paket I oleh kontraktor PT Wijaya Karya - PT Sumber Cahaya Agung - PT Basuki Rahmanta Putra (KSO) dan Paket II oleh PT Hutama Karya - PT Adhi Karya (KSO).
Camat Uepai, Masrul Maranay juga menyampaikan, kehadiran Bendungan Ameroro sangat membantu masyarakat di Kabupaten Konawe khususnya Kecamatan Uepai.
Baca Juga
Hari Ketiga di Sultra, Jokowi Resmikan Bendungan Ameroro dan Infrastruktur Pariwisata Wakatobi
“Selama ini petani kami dalam pengelolaan sawah kekurangan air, dengan adanya bendungan ini semuanya terpenuhi sekitar 2.000 ha. Dari sisi air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat juga sudah terpenuhi,” tutup Masrul.
Bendungan Ameroro telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (14/5/2024). Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa krisis air sedang melanda di beberapa negara. Air akan menjadi sesuatu yang sangat penting. Untuk itu, jangan membiarkan air mengalir terus ke laut tanpa dimanfaatkan.
“Ini adalah bendungan yang ke-40 yang telah kita bangun dan selesai di akhir 2023 lalu. Dibangun dengan biaya Rp 1,57 triliun. Kita harap manfaatnya jauh lebih besar dari uang yang dipakai untuk membangun bendungan,” kata Jokowi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (14/5/2024).

