Perusahaan Solusi Digital Asal Rusia Pede Masuk Segmen UKM Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan penyedia solusi digital asal Rusia, yakni 1Ci, percaya diri (pede) fokus menggarap segmen usaha kecil menengah (UKM). Segmen ini dibidik karena dinilai masih belum terlayani dengan baik.
Head of Business Development 1Ci, Konstantin Boyko mengungkapkan, hal ini merupakan permulaan bagi bisnis 1Ci di Indonesia. Ke depan ia berharap bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar yang di dalam negeri.
“Karena kami memiliki berbagai macam solusi dan berbagai macam sistem dan software yang nantinya mampu menyelesaikan permasalahan bisnis yang kompleks di perusahaan besar sekalipun,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (9/5/2024).
Menurut Konstantin, fokus 1Ci pada segmen menengah ini bukan tanpa alasan. Sebab, dalam survei yang dilakukan pihaknya di seluruh dunia termasuk Indonesia, permintaan akan solusi digital untuk meng-handle proses bisnis dari segmen menengah sangat tinggi.
Karena bisnis ini biasanya tengah berkembang dan mereka memiliki permasalahan kompleks yang hanya bisa diselesaikan dengan teknologi dan business automation. Segmen menengah juga tidak banyak diperhatikan, karena vendor lokal penyedia solusi digital biasanya hanya menyediakan solusi digital yang terbatas.
“Sementara vendor internasional dari sistem ERP (enterprise resource planning) seperti ini hanya berfokus untuk memberikan layanan pada perusahaan besar,” kata Konstantin.
Sehingga, pada akhirnya segmen menengah ini yang bisnisnya tengah berkembang akan kesulitan untuk mendapatkan informasi atau layanan terkait teknologi untuk mengotomasi proses bisnisnya. Di sisi bersamaan, bisnis proses dari perusahaan-perusahaan kelas menengah ini juga sangat unik, bahkan solusi ERP tidak mampu menyelesaikannya.
“Di sinilah fleksibilitas kami mampu memberikan jawaban terkait dengan masalah kompleks akan kerumitan proses bisnis yang dimiliki masing-masing bisnis,” jelas Konstantin.
Sebagai informasi, perusahaan penyedia solusi digital asal Rusia, yakni 1Ci, pertama kali beroperasi di Indonesia sejak 2017. Kemudian pada 2019 bisnisnya sempat terhenti karena pandemi. Lalu, pada 2022 hingga saat ini kembali melanjutkan bisnisnya di Indonesia.

