Izin Ekspor Konsentrat Freeport Diperpanjang, Jokowi Ungkap Alasan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan perpanjangan izin PT Freeport Indonesia untuk ekspor konsentrat tembaga. Sebagaimana diketahui izin ekspor konsentrat tembaga akan berakhir Mei 2024.
“Ya terus dong, ya diperpanjang,” kata Jokowi, saat di Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2024).
Jokowi mengatakan, perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga ini untuk menghormati upaya Freeport dan PT Amman Mineral Industri untuk membangun smelter di dalam negeri. Pembangunan ini, sebagai bentuk komitmen hilirisasi.
Baca Juga
Pemerintah Bidik Penambahan Saham Freeport Jadi 61%, Kontrak Diperpanjang hingga 2061
“Kita hargai Freeport maupun Amman yang telah membangun smelter dan sudah selesai hampir 100%. Kita ikuti kok, mingguannya kita ikuti pembangunan sampai berapa persen,” ujar dia.
Meski demikian, Jokowi masih memperhitungkan penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) untuk Freeport. Perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga akan diserahkan ke kementerian terkait, salah satunya, Kementerian Perdagangan.
“Ya itu urusannya Pak Menteri Perdagangan. Tapi saya kira, dengan selesainya smelter itu, menunjukkan keinginan kuat mereka untuk hilirisasi, untuk downstreaming di dalam negeri,” ucap dia.
Freeport Indonesia sebelumnya disebut telah menanamkan investasi hingga US$ 3,1 miliar atau setara Rp 48 triliun per akhir Desember 2023 untuk pembangunan smelter di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Smelter ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2024 dan diharapkan mulai beroperasi sebelum akhir tahun.
Baca Juga
Pabrik smelter tembaga dengan Design Single Line terbesar di dunia ini nantinya mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun.
"Dari sisi lapangan pekerjaan, tenaga kerja pembangunan smelter secara kumulatif telah menyerap sekitar 30 ribu orang," katanya saat menerima kunjungan Vice President (VP) Government Relation & Smelter Technical Support PT Freeport Indonesia Harry Pancasakti.

