Begini Respons Pemerintah soal Nilai Investasi Microsoft di Malaysia Lampaui Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah akhirnya angkat bicara terkait dengan nilai investasi Microsoft Corp di Malaysia yang lebih besar dibandingkan di Indonesia.
Seperti diketahui, nilai investasi Microsoft di Malaysia mencapai US$ 2,2 miliar atau lebih besar dari Indonesia yang hanya US$ 1,7 miliar. Komitmen investasi tersebut disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Satya Nadella saat berkunjung ke ibu kota Negeri Jiran, Putrajaya pada Kamis (3/5/2024).
Baca Juga
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan nilai investasi perusahaan teknologi di sebuah negara tergantung pada level adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dia tak menampik adopsi kecerdasan buatan di Indonesia masih berada di tahap awal.
"Mungkin kalau di tempat lain di sejumlah negara tetangga kita adopsinya mungkin lebih intens. Kita memang masih early stage, akan tetapi dari aturan saya kira kita termasuk yang termajulah," katanya ketika ditemui di Pullman Hotel, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2024).
Untuk aturan yang dimaksud meliputi Surat Edaran Menkominfo Nomor 9/2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial dan beberapa pasal di Undang-Undang (UU) Nomor 27/2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan Peraturan Menteri Kominfo (Permenkominfo) Nomor 3/2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pos, Telekomunikasi, dan Sistem dan Transaksi Elektronik.
Nezar menilai investasi yang dikucurkan oleh Microsoft jangan hanya dilihat nilainya. Lebih dari itu, investasi tersebut merupakan salah satu bentuk transfer pengetahuan dari Microsoft ke talenta-talenta digital Indonesia, khususnya di bidang kecerdadan buatan dan komputasi awan (cloud).
"Serta upscaling AI untuk 840.000 peserta dan dukungan untuk 10.000 developer kita. Itu dukungan yang luar biasa," tegasnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan nilai investasi Microsoft sebesar US$ 2,2 miliar merupakan investasi terbesar perusahaan tersebut selama 32 tahun di Malaysia.
Anwar Ibrahim menjelaskan investasi Microsoft senilai US$ 2,2 miliar di Malaysia akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kemudian menciptakan 300.000 talenta digital yang fokus pada kecerdasan buatan dan mendirikan pusat keunggulan AI masional.
Tidak hanya itu, Microsoft juga akan meningkatkan kemampuan keamanan siber Malaysia. Dukungan juga diberikan oleh perusahaan yang didirikan Bill Gates itu ke komunitas pengembang atau developer perangkat lunak atau sistem operasi.
Baca Juga
Setelah Bos Apple dan Microsoft, Giliran Elon Musk yang Dilobi untuk Datang ke Indonesia
Menurut Anwar Ibrahim, investasi jumbo Microsoft di Malaysia menunjukkan adanya kepercayaan terhadap basis ekonomi negara yang kuat, kebijakan yang jelas dan fokus, serta stabilitas politik.
“Pelaburan dan selari akan menjadi pendukung utama fokus Kerajaan dalam membangunkan kapasiti AI negara (Investasi ini akan menjadi pendukung utama dalam fokus Kerajaan Malaysia untuk meningkakan kapasitas pengembangan kecerdasan buatan di negara tersebut),” tulisnya di akun X atau Twitter@anwaribrahim_my dikutip Senin (6/5/2024).

