Begini Rasanya Internetan Pakai Starlink di Bandung, Kecepatan Tembus 360 Mbps
JAKARTA, investortrust.id - Starlink baru akan diujicoba di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada pertengahan Mei 2024. Namun, sudah ada yang membagikan pengalamannya berselancar di dunia maya menggunakan layanan tersebut di Tanah Air
Seorang pengguna X atau Twitter @drayanaindra membagikan pengalamannya menggunakan Starlink di Bandung Barat, Jawa Barat. Dia mengunggah beberapa tangkapan layar pengukuran kecepatan ketika menggunakan layanan internet berbasis satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) itu.
“(Lokasi di) Cigugur Girang, Parongpong, Bandung Barat,” tulis @drayanaindra dikutip Minggu (5/5/2024).
Dia juga memperlihatkan perangkat untuk menangkap sinyal yang dipancarkan langsung oleh satelit Starlink. Perangkat tersebut berbentuk antena persegi empat yang terhubung dengan kabel dan diletakkan di atap rumah seperti halnya parabola.
Akun @drayanaindra mengaku membeli perangkat tersebut dengan harga Rp8 jutaan melalui website resmi http://starlink.com. Harga tersebut meliputi biaya layanan Rp750.000/bulan, perangkat Rp7,8 juta dan biaya instalasi serta pengiriman Rp345.000.
Sebagai catatan, melalui laman resminya, Starlink telah menyatakan bahwa harga langganan paket standar untuk pelanggan pribadi tanpa batas penggunaan (unlimited) adalah Rp 750.000 per bulan. Biaya tersebut belum termasuk harga perangkat untuk menangkap sinyal Rp 7.800.000 dan biaya pengiriman Rp 345.000.
Kemudian untuk kecepatan internet dia mengaku kecepatan tertinggi yang berhasil dicapai adalah 360 Mbps (megabit per detik) dengan rerata kecepatan kurang lebih 250 Mbps. Angka latensi atau jedanya tercatat di angka 32 ms (milidetik) sampai dengan 40 ms atau belum bisa dikatakan koneksi dengan latensi rendah.
“Terus apakah Starlink ini manteng di 250 Mbps? Tentu tidak. Kalau jaringannya enggak kepakai speed-nya akan turun ke 10 Mbps. Tapi kalau load-nya sudah mulai banyak baru speed-nya bakal naik bertahap,” tulis akun @drayanaindra.
Selain itu, dia juga mengaku belum memasang perangkat penangkap sinyal secara permanen. Dia masih mencari posisi, termasuk sudut kemiringan yang pas agar penangkapan sinyalnya bisa maksimal.
“Setelah 12 jam collect signal speed lebih stabil. Paling cepat 360-an Mbps. Rata-rata 250 Mbps. Geser posisi biar dapat clear view. Masih belum gue pasang permanen,” tuturnya.
Walaupun secara umum puas dengan layanan Starlink, akun @drayanaindra menyebut Starlink baiknya digunakan di wilayah perdesaan dan daerah rural yang tidak terjangkau jaringan internet berbasis kabel serat optik. Sebab, jika dibandingkan dengan harga layanan internet berbasis kabel serat optik, harga layanan Starlink jauh lebih mahal.
“Rumah saya di lembah tidak terjangkau FO (fiber optik). Kalau di perumahan pakai FO saja,” ungkapnya.
Keberatan dari Penyelenggara Jaringan
Terkait dengan layanan Starlink untuk pengguna akhir atau ritel, sebelumnya Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kehadiran layanan Starlink untuk pengguna di wilayah perkotaan.
Ketua Umum Apjatel Jerry M. Swandy mengatakan kehadiran layanan internet berbasis satelit orbit rendah (low earth orbit/LEO) itu di Tanah Air berpotensi mengganggu ekosistem bisnis telekomunikasi. Terlebih, Starlink juga diizinkan untuk melayani pengguna ritel.
“Karena kalau Starlink masuk di wilayah retail atau kota, nanti bisa mengganggu ekosistem dari sisi harga dan dari sisi bagaimana penyerapan layanan itu sendiri kepada masyarakat atau user,” katanya ketika ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2024).
Lebih lanjut, Jerry berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka ruang diskusi dengan operator telekomunikasi, termasuk anggota Apjatel membahas kehadiran Starlink di Indonesia. Harapannya, akan ada solusi yang menguntungkan semua pihak dari diskusi tersebut.
“Pandangan Apjatel untuk Starlink kita sepertinya masih harus membahas dengan rekan-rekan Kemenkominfo terhadap penggelaran Starlink ini. Cakupannya sampai seluas mana?," ujarnya.

