RI Sulit Akselerasi Jargas meski Pasokan Gas Oversupply, Budget Jadi Kendalanya
JAKARTA, investortrust.id - CEO PT Algas Mitra Sejati, Alhadiid Pulung Bimantoro menyebut posisi gas Indonesia sekarang sebetulnya oversupply. Namun, ini ternyata bukan jaminan kalau pemerintah bisa mengakselerasi program jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) ke seluruh penjuru Tanah Air.
Alhadiid menilai bahwa salah satu faktor penting yang menjadi kendala adalah budget. Ia menyebut, sampai tahun 2021 untuk pengembangan jaringan gas bumi masih memakai budget dari APBN lewat Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Persoalannya ada di budget. Lalu mulai 2021 sampai sekarang, tidak lagi dipegang oleh ESDM, tetapi Perusahaan Gas Negara (PGN) lewat anggarannya PGN. PGN ini sebagai perusahaan BUMN yang ditunjuk pemerintah harus menjalani ini sebagai penugasan,” kata Alhadiid dalam Podcast Konvergensi Investortrust, Jumat (3/5/2024).
Menurut Alhadiid, jika dilihat dari kacamata perusahaan gas, proyek jaringan gas ini bukanlah proyek yang bisa untung dalam waktu singkat. Ia menilai BEP-nya kemungkinan baru bisa tercapai dalam 15-20 tahun.
Baca Juga
Jargas Solusi Tepat Kurangi Subsidi LPG dan Cegah ‘Over Supply’
“Tidak langsung untung. Beda dengan jual ke pabrik, jual ke pembangkit listrik itu lebih cepat. Tapi kalau dijual ke rumah tangga, karena harganya murah, jadi secara bisnis sebetulnya tidak begitu menarik. Tapi karena mereka BUMN, ada penugasan dari pemerintah, mau tidak mau harus dilakukan. Itu mungkin yang membuat investasinya PGN agak sedikit terhambat,” ujarnya.
Terkait dengan program jargas sendiri, Alhadiid menyampaikan bahwa permintaan dari masyarakat sebetulnya besar. Di sisi lain, pemerintah juga terus mencari sumber gas baru untuk memenuhi seluruh kebutuhan.
“Kalau pasokan kemarin sih saya lihat PGN baru menyelesaikan beberapa lapangan gas, seperti di Jambaran Tiung Biru (JTB) di Gresik. Dan sekarang juga pemerintah sedang membangun jaringan pipa transmisi baru, dari Cirebon ke Semarang untuk menyambungkan jaringan gas dari bagian barat Jawa dengan bagian timur Jawa,” papar Alhadiid.
Baca Juga
Pangkas Subsidi lewat Jargas, 900 Ribu Sambungan Rumah Sudah Terpasang
Maka dari itu, Alhadiid pun berharap ketika transmisi Cirebon-Semarang tersebut sudah jadi, pengembangan gas bumi di industri-industri dan di rumah tangga menjadi lebih besar lagi.
Selain itu, ia juga berharap agar ke depannya lebih banyak lagi ditemukan sumur-sumur gas baru di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu impor.

