Dorong UMKM Naik Kelas, Akumindo Minta Pemerintah Genjot Digitalisasi
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Eddy Misero minta pemerintah untuk menggenjot sosialisasi percepatan digitalisasi di kalangan pelaku UMKM. Menurut dia, percepatan digitalisasi adalah salah satu cara agar UMKM Indonesia bisa naik kelas.
"Terkait digitalisasi UMKM, kami minta tolong kepada pemerintah untuk terus menggenjot sosialisasi kepada kami-kami para pelaku UMKM," ujar Eddy Misero kepada Investortrust.id pada Kamis (09/11/2023).
Eddy menegaskan bahwa pelaku UMKM harus survive mengikuti era berdagang baru yakni dunia digital. Namun ia menambahkan, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM dalam memasuki era digitalisasi.
"Teknologinya harus dipahami. Bagaimana bagi yang pendidikannya middle to low? Belum lagi tools-nya harus punya," ungkap Eddy.
Baca Juga
Eddy juga menyebutkan digitalisasi UMKM berarti para pelaku harus mempersiapkan cost lebih, yakni untuk paket internet.
Selain itu, Eddy juga berharap agar pemerintah dan pihak yang berkepentingan tidak memberikan beban biaya tambahan yang tinggi.
"Contoh penerapan digitalkan misalnya pembayaran menggunakan QRIS. Nah, jangan sampai kita dibebani cost yang tinggi," harap Eddy.
Eddy berharap pemerintah dapat memberikan sosialisasi langsung terkait keuntungan dan kemudahan bagi para pelaku UMKM untuk terjun dalam era berdagang digital.
Baca Juga
Bank Raya Lansir Fitur Saku Bisnis, Bantu UMKM Kelola Keuangan
Perizinan UMKM
Terkait perizinan UMKM, Sekjend Akumindo menilai justru layanan yang diberikan oleh pemerintah sudah baik. Ia mengapresiasi kinerja pemerintah yang memberikan kesempatan bagi UMKM untuk dapat survive.
"Urus NIB bisa offline dan online. Sudah baik, saya pikir harusnya tidak ada kesulitan bagi pelaku UMKM," sebut Eddy.
Ia juga menyebutkan, Akumindo dan asosiasi lain dapat menjadi mitra untuk membantu UMKM mendaftarkan NIB.
Eddy menilai, terdapat pelaku UMKM yang justru menghindarkan diri untuk mempunyai NIB.
Baca Juga
"Kita lihat OSS (online single submission), kalau dari segi layanan baik tapi belum maksimal. Kenapa? Kalau maksimal pasti sudah berebut daftar. Tukang gorengan, penjaga warung, pedagang ‘starling’, mereka takut dikejar pajak,"
Hal yang demikian menurut Eddy diperlukan pendampingan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan, memberikan keuntungan tertentu bagi UMKM yang telah memiliki NIB.
"Bisa saja dalam kasus tertentu, hanya UMKM dengan NIB yang bisa mendapatkan bantuan permodalan," tutup Eddy. (CR-1)

