KCI Ungkap Alasan Pilih Impor KRL dari China Senilai Rp 783 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjalin kerja sama dengan CRRC Sifang Co.,Ltd, untuk pengadaan 3 train set Kereta Rel Listrik (KRL) seri KCI-SFC120-V, dengan nilai kontrak Rp 783 miliar.
Corporate Secretary KCI, Anne Purba mengatakan, pihaknya telah menandatangani kesepakatan kerja sama tersebut dengan pihak CRCC Sifang.
Terkait alasan memilih CRRC karena perusahaan asal Tiongkok tersebut memproduksi trainset yang sesuai spesifikasi teknis yang dibutuhkan KCI.
Baca Juga
KAI Commuter-CRRC Sifang Tanda Tangani Kontrak Pengadaan Sarana KRL Rp 783 Miliar
''Ada spesifikasi teknis yang memang sangat mendekati, karena CRRC memang benar-benar memproduksinya sesuai dengan kebutuhan kita, kalau yang dari Korea memang mayoritas mereka masih menggunakan aluminium ya, kalau kita kan sudah stainless steel gitu dan dari harga juga sangat kompetitif,'' papar Anne di Kantor KCI Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (6/2/2024).
Anne turut menyatakan, rincian pendanaan pembiayaannya KRL ini mencapai Rp 3,83 triliun dari KCI untuk pengadaan 16 train set KRL baru oleh INKA, kemudian 19 train set yang di-retrofit oleh INKA sebesar Rp 2,23 triliun, kemudian dari shareholder loan KAI, serta pengadaan 3 train set KRB baru impor oleh CRRC Sifang sebesar Rp 783 miliar.
Baca Juga
Potensi Libatkan Asing Jadi Pengguna Jasa Bursa Karbon, Ini Kata BEI
Ia juga menerangkan, kedatangan 3 KRL impor tersebut ke Indonesia adalah 13,5 bulan setelah penandatanganan kontrak dengan CRRC pada Rabu (31/1/2024).
''(Datangnya KRL baru) tidak mungkin di 2024, mungkinnya di 2025. Jadi datang pertama itu 13,5 bulan (setelah penandatanganan) datang sampai di Indonesia untuk yang impornya, ditambah nanti kita akan melakukan uji sepanjang 4000 Km,'' pungkas Anne.
Anne melanjutkan, untuk operasional KRL baru ini akan dilakukan setelah layak uji 4.000 Km.
''Targetnya itu (operasionalnya) adalah lulus uji dulu yang 4000 Km. Lalu, targetnya itu sekitar di bulan ke-15 atau bulan ke-16 sudah bisa melayani penumpang jadi ada sertifikasi dari DJKA (Dirjen Perkeretaapian) juga,'' imbuhnya.

