Ganjar: Maksimalkan Potensi Gas Dulu Sambil Kembangkan EBT
JAKARTA, investortrust.id – Calon presiden Ganjar Pranowo menegaskan bahwa transisi energi harus dilakukan bertahap, guna mengakomodasi daya beli masyarakat yang masih lemah. Indonesia harus memaksimalkan gas yang berlimpah, sebelum melompat ke energi bersih.
Hal itu diungkapkan Ganjar menjawab pertanyaan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W Kamdani, dalam Dialog Capres dengan Kadin bertema ‘Menuju Ekonomi Emas 2045, Kamis (11/o1/2024).
Shinta menyatakan bahwa saat ini terdapat 26 juta penduduk miskin dengan daya beli rendah. Padahal, Indonesia harus menjalankan transisi energi untuk mewujudkan Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Di satu sisi, harga energi bersih seperti energi baru terbarukan (EBT) sangat mahal, sehingga membutuhkan subsidi pemerintah lebih besar.
Ganjar menjelaskan, Indonesia memang tidak bisa langsung lompat ke energi bersih, tapi harus bertahap (gradual). “Persoalan transisi energi ini tidak mudah. Tapi jika kita tidak lakukan, problemnya bakal serius. Jika uang subsidi tidak ada, maka harus gradual,” kata Gubernur Jawa Tengah itu.
Menurut Ganjar, sebelum beralih ke energi bersih, Indonesia harus memakimalkan potensi gas yang dimiliki, yang termasuk kategori bersih juga. Salah satu yang bisa ditempuh adalah mengeksploitasi gas di Natuna, di dekat Laut China Selatan.
“Dengan mengebor gas Natuna, kita punya tiga sasaran sekaligus. Gasnya dapat, geopolitik dapat, dan tenaga kerja kerja yang terserap banyak,” kata dia.
Beriringan dengan itu, Indonesia memang harus mengembangkan EBT. Bisa dengan mengandeng partner asing yang menguasai teknologi atau mengembangkan sendiri. Dia menyebut contoh, untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), Indonesia kaya bahan baku pasir silikon.
“Banyak sekali potensi EBT yang bisa di-generate. Ada geothermal, tenaga surya, dan sebagainya,” tutur Ganjar.
Ganjar menyatakan pula bahwa pihaknya bakal berupaya agar Singapura yang kini membeli energi bersih dari Australia bisa dialihkan ke Indonesia melalui Sumatra.

