Pertamina Geothermal (PGEO) Lahendong Kembangkan Ekonomi Sirkular Mapalus Tumompaso
MINAHASA, investortrust.id- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk(PGEO) terus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitardi setiap wilayah operasinya. Salah satunya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Mapalus Tumompaso, yang direalisasikan PGEO Area Lahendong, Sulawesi Utara.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Ahmad Yanimengatakan, lebih dari tiga ribu warga sekitar dilibatkan dari dalam program Mapalus Tumompaso Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong. "Tentunya ini menjadi komitmen yang harus terus kami jaga dan tingkatkan," ujarnya,” melalui keterangan resmi, yang diterima Jumat (6/10/2023).
Menurut Ahmad Yani, program Mapalus Tumompaso merupakan ekosistem ekonomi sirkular di Tompaso Raya, Kabupaten Minahasa. Program ini disesuaikan dengan potensi masyarakat sekitar.
"Ekosistem ekonomi sirkular yang dibangun Pertamina Geothermal Energy ini berhasil mengedukasi lebih dari 1.400 masyarakat. Masyarakat juga jadi mendapatkan pekerjaan sampingan, hal tersebut membuat perekonomian meningkat," jelas Ahmad Yani.
Baca Juga
Garap Energi Panas Bumi Way Rate, PGEO dan Chevron Dirikan Usaha Patungan
Program ini dirancang PGEO untuk menjawab tantangan lokal, terutama mengoptimalkan potensi warga sekitar tidak tersalurkan. Potensi yang bisa digarap seperti limbah menjadi sumber daya, serta potensi kolaborasi antar UMKM sekitar.
"Saat ini terdapat empat program dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular, diantaranya Usaha Desa Wisata (SADEWI), Kelompok Usaha Bersama Mandiri dan Berdaya Maria (KUBEMADA), Usaha Ternak dengan EBT, dan Bank Sampah Setor Jo," ujar Ahmad Yani.
Pada Usaha Desa Wisata (SADEWI), masyarakat dilibatkan dalam Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS). Aktivitas wisata ini memanfaatkan sumber energi dari PLTS sebagai sumber listrik, sekaligus mengeliminasi penggunaan genset.
Tawaran kegiatan wisatanya adalah kesempatan bersantai di bean bag dengan pemandangan Danau Tondano dari lereng Gunung Soputan. Bean bag tersebut diproduksi oleh Kelompok Usaha Bersama Mandiri dan Berdaya Maria (KUBEMADA).
Sementara itu, limbah plastik dari kegiatan desa wisata disalurkan ke Bank Sampah Setor Jo. Hal ini menjadi bentuk terwujudnya sirkularitas usaha. "Bank Sampah Setor Jo memiliki 37 nasabah dan menjadi lokasi studi tiru oleh 13 desa di sekitar Minahasa. Bank sampah ini berhasil mereduksi limbah anorganik sebesar dua setengah ton per tahun dan organik dua ton per tahun," ungkapnya.
Baca Juga
Selam inibank sampah Setor Jo hadir untuk mengelola limbah organik dan anorganik. Limbah organik ini dijadikan eco-enzyme yang merupakan bahanutama desinfektan sekaligus parfum organik. Sebelum menjadi desinfektan terlebih dahulu dicampurkan dengan destilasi/minyak atsiri sereh wangi sehingga dapat digunakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Esa Waya pada Unit Usaha Peternakan guna mensterilisasi kandang dan menjadikan kandang tidak berbau.
Semua usaha dari program CSR PGE Area Lahendong ini, kata Ahmad Yani, masih harus terus dioptimalkan. Sejauh ini, CSR PGE Area Lahendong berhasil mendapatkan empat penghargaan, salah satunya penghargaan Subroto Award pada tahun 2021. "Apa yang sudah dilakukan dan diraih ini tentunya harus terus dijaga,"ujarnya.
Pembangkit Tenaga Listrik Panas bumi (PLTP) Lahendong ini tercatat telah beroperasi secara komersial sejak 2001. Aktivitas Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong ini menjadi tonggak sejarah pengembangan energi panas bumi di wilayah timur Indonesia.
Hingga saat ini, PGE telah mengoperasikan enam unit PLTP yang menjadi andalan pasokan listrik bagi wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan total kapasitas terpasang sebesar 120 MW.
Baca Juga
Pertamina Ungkap 3 Strategi Peningkatan Produksi Migas, Utamakan Kemitraan Operasi

