Presiden Jokowi Tinjau INACRAFT 2024
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembukaan 24th Jakarta Internasional Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC). Jokowi yang didampingi Ibu Negara, Iriana Jokowi tampak berkeliling stand pameran. Jokowi berfoto dan mengamati sejumlah produk kerajinan tangan buatan UMKM.
Sebelum Jokowi tiba, gelaran INACRAFT 2024 dibuka oleh Ketua Umum BPP Asosiasi Eksportir dan Penguasaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) Muchsin Ridjan dan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.
Dalam sambutannya, Muhchsin menyebut gelaran INACRAFT 2024 direncanakan di tengah situasi politik yang tinggi karena pemilu 2024. Meski begitu, kata dia, seluruh tim yang merencanakan pameran ini bersemangat dan optimis dalam menyukseskan acara ini.
"Karena yakin bahwa pameran ini penting dan kegiatan perekonomian harus tetap berjalan khususnya memberikan kesempatan dan transaksi bisnis pada anggota kami, di tengah pemilu 2024," kata Muchsin.
Baca Juga
Dorong UMKM Naik Kelas, Pertamina Hadirkan 29 UMKM Unggulan di Ajang Inacraft 2024
Pameran yang diprakarsai sejak 1999 ini, kata Muchsin, diharapkan dapat menjadi promosi kerajinan tangan lokal. Dia berharap pameran dapat membuka kesempatan perajin menemukan pembeli di pasar internasional.
"Kami menempatkan promosi handicraft lokal utk meraih pasar dunia dan membuka peluang ekspor ke pasar internsional bagi para pengrajin," ujar dia.
Sementara itu, Teten berharap gelaran ini menjadi peluang bagi pengrajin kriya dalam menguasai pasar dalam negeri. Selain itu, Teten berharap branding INACRAFT di tingkat ASEAN dapat memperkuat ekspor produk kerajinan tangan Indonesia di kawasan ini.
"Dan tentu bisa berhasil masuk ke dalam daftar 10 negara eksportir handicraft terbesar di dunia," ujar Teten.
INACRAFT 2024 diikuti 1.500 UKM yang mengisi 1.066 stand. Para peserta pameran terdiri dari 850 anggota ASEPHI, 650 UMKM binaan Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan dinas pemerintah daerah, serta perajin dari anggota ASEAN dan 10 negara lain di antaranya Uzbekistan, Nepal, Thailand, Korea Selatan, China, dan Palestina.
Baca Juga
Menkop Teten Sebut UMKM Sektor Furnitur Serap 805 Ribu Tenaga Kerja

