Bos Ritel Optimistis Stok Beras Aman saat Ramadan, tapi…
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menilai ketersediaan beras pada saat Ramadan nanti akan kondusif meski di ritel-ritel lokal penyerapan pasokan beras masih di angka 30-35%.
"Kalau ketersediaannya saya pikir kondusif, pasti terkejar lah," ucap Roy kepada investortrust.id saat ditemui usai acara Aprindo Leaders Forum, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2024).
Kendati demikian, Roy mengatakan, ketersediaan beras untuk jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang berasal dari Bulog masih bisa dipasok oleh pemerintah, namun yang dikhawatirkan adalah konsumen yang mengonsumsi beras premium.
Baca Juga
Akui Masih Terbatas, Ketum Aprindo: Pasokan Beras ke Ritel Lokal Baru 35%
"Tapi masalahnya sekarang yang konsumen yang biasa dengan beras premium itu kan enggak ada. Nah mengubah konsumen dari beras premium ke medium itu enggak mudah," terangnya.
"Karena kebiasaan makan, orang makan enggak bisa diatur-atur kan. Jadi kalau pun beras SPHP ada, belum tentu itu terkonsumsi," tambah Roy Mandey.
Lebih lanjut, Roy menjelaskan, harga beras premium masih tinggi hingga saat ini dikarenakan panen raya baru mulai terjadi. Sehingga perusahaan swasta masih menggunakan stok beras di gudangnya untuk digelontorkan ke pasar dan ritel.
Baca Juga
Bos Bapanas Wanti-wanti Potensi Krisis Beras Jilid 2 di Indonesia
"Karena mereka sendiri belum panen, sisa-sisa dari gudang itu yang mereka jual. Karena suplainya rendah, tapi demand-nya tetap atau meningkat," tandasnya.
Adapun diketahui, stok beras yang dikuasai oleh Bulog hingga 4 Maret kemarin adalah sebanyak 1,2 juta ton. Jumlah tersebut akan bertambah karena ada sebanyak 400 ribu ton beras impor yang akan masuk ke gudang Bulog.

