REI: Butuh Konsistensi Kebijakan untuk Atasi Backlog Rumah
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI), Joko Suranto menegaskan, dibutuhkan konsistensi kebijakan dan kesinambungan pembiayaan perumahan untuk mengatasi kesenjangan (backlog) kebutuhan rumah.
"Ini karena masih tingginya kesenjangan atau backlog antara kebutuhan rumah dengan jumlah rumah yang dibangun," kata Joko di Jakarta, Jumat (29/09/2023), seperti dikutip Antara.
Menurut Joko, konsistensi dan ketersediaan pembiayaan perumahan perlu dijaga, terutama kepastian anggaran kuota kredit pemilikan rumah (KPR) pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bersubsidi untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memperoleh rumah yang terjangkau.
Baca Juga
Taspen Siap Fasilitasi ASN Miliki Rumah DP 0% Dicicil 40 Tahun
Dia mengungkapkan, backlog perumahan saat ini mencapai 12,71 juta dengan tambahan 800 ribu unit setiap tahun. Adapun daya pasok maksimal hanya 400-450 ribu per tahun.
Joko menjelaskan, persoalan perumahan adalah perintah konstitusi yang bermakna bahwa sektor tersebut adalah amanah yang harus diurus secara serius.
"Persoalan perumahan ini sangat penting untuk segera diatasi. Maka butuh sinergitas semua stakeholder perumahan, terutama pemerintah, perbankan dan asosiasi pengembang," tutur dia.
Baca Juga
Joko mengemukakan, saat ini Badan Kajian Strategis (BKS) DPP REI sedang merumuskan apa yang disebut Propertinomic. Istilah ini merujuk kepada posisi sektor properti sebagai bagian penting yang mampu menggerakkan ekonomi negara.
"Industri properti backbone-nya adalah manufaktur, sehingga bergeraknya bisnis ini akan memacu sektor ekonomi lainnya," tandas dia.
Selain itu, menurut Joko, sektor properti bersifat padat karya, sehingga menumbuhkan banyak lapangan kerja baru. “Hal lain yang penting dari sektor properti adalah kebutuhan terhadap rumah masih sangat besar dan tinggi di Indonesia sehingga bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional,” papar dia.

