Menko Airlangga: Pemerintah Fokus Penguatan Infrastruktur Transportasi dan Digital
JAKARTA, investortrust.id –Indonesia mulai menikmati puncak bonus demografi dengan harapan tingkat pendapatan per kapita penduduk akan terus meningkat menjadi US$ 23.000-30.000 pada 2045. Perjalanan menuju bonus demografi tentunya beriringan dengan peningkatan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia menjadi 60% dari total populasi.
Peningkatan jumlah pendapatan dan jumlah penduduk perkotaan membutuhkan percepatan perluasan dan peningkatan infrastruktur transportasi di Indonesia. Dengan konektivitas yang semakin baik akan membantu mendorong terciptanya ekonomi di kawasan baru, serta meningkatkan mobilitas masyarakat dan barang.
Baca Juga
Sewindu PSN, Menko Airlangga: 173 Proyek Bernilai Rp 1.442,3 Triliun Dituntaskan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, beberapa proyek infrastruktur, termasuk di sektor transportasi, termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) untu dipercepat. “Saat ini, pemerintah telah menyusun rancangan peraturan skema pembiayaan non APBN seperti Hak Pengelolaan Terbatas (Limited Concession Scheme) dan Land Value Capture untuk menyongsong investasi infrastruktur di masa depan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara Malam Apresiasi Sewindu PSN di Jakarta, Jumat (24/11).
Selain itu, dia mengatakan, pemerintah tengah memfokuskan pengembangan infrastruktur digital ke depan. Hal ini didukung besarnya potensi ekonomi digital ASEAN bernilai US$ 330 miliar pada 2025 dan diprediksi naik menjadi US$ 1 triliun pada 2030. Pasar terbesarnya atau sepertiganya berasal dari Indonesia. Angka tersebut bahkan akan meningkat dengan adanya skema Digital Economic Agreement Framework (DEFA).
Dia menambahkan, infrastruktur digital tersebut akan menyokong era Industri 4.0 yang ditandai dengan integrasi teknologi digital, otomatisasi, dan kecerdasan buatan. Pemerintah telah meluncurkan "Making Indonesia 4.0" sebagai roadmap untuk mempercepat adopsi teknologi di industri kunci seperti makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan produktivitas industri sebesar 21-26% dari PDB hingga 2030.
Baca Juga
Bertemu Dubes Uni Eropa, Menko Airlangga Ingatkan Target Penyelesaian Perundingan IEU-CEPA
Kebijakan hilirisasi komoditas sumber daya alam Indonesia juga terus didorong untuk mendapatkan nilai tambah dan ketahanan ekonomi, serta mendukung ekonomi hijau. “Sehingga, ke depannya Pemerintah akan terus menyediakan infrastruktur industri atau pengembangan Kawasan Industri atau Kawasan Ekonomi Khusus yang memadai, dan menciptakan lingkungan usaha industri yang kondusif,” ungkap Menko Airlangga.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian yang juga Ketua Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo mengatakan, tidak hanya pemerintah, tetapi segenap bangsa Indonesia harus terus bekerja keras untuk memastikan bahwa manfaat dari semua proyek PSN dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat serta untuk memastikan visi Indonesia Emas 2045 dapat tercapai.
“Kami juga ingin mengapresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi para Anggota KPPIP yang secara konsisten berhasil menyelesaikan permasalahan dan mempercepat pelaksanaan PSN. Kami harap kolaborasi ini dapat terus berlanjut di masa depan,” terang Deputi Wahyu.
Sewindu PSN merupakan rangkaian acara yang diadakan selama beberapa bulan di tahun 2023 dengan tujuan menyosialisasikan pencapaian 8 tahun pembangunan PSN sebagai salah satu pilar utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Malam Apresiasi Sewindu PSN merupakan acara penutup yang mengapresiasi para sponsor, pengumuman pemenang berbagai perlombaan, dan penyerahan Kolase Lukisan Infrastruktur terbesar di Indonesia yang mendapatkan Rekor MURI.
Baca Juga
Menko Airlangga dan Dubes Baru Uni Eropa Bahas Kerja Sama Bilateral
Turut hadir dalam acara ini yakni antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian yang juga Ketua Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo.
Hadir juga Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset, dan Inovasi Kemenko Perekonomian Elen Setiadi, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta sejumlah perwakilan dari K/L terkait lainnya.

