Investortrust.id Diluncurkan pada Momen Seminar Ekosistem EV
JAKARTA, investortrust.id - Portal data dan berita ekonomi independen Investortrust menggelar penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah mitra untuk penyediaan informasi dan pendataan bagi masyarakat pembaca. Langkah Investortrust ini sejalan dengan misinya mendorong tersedianya data dan berita yang akurat seputar isu bisnis, keuangan, investasi langsung, maupun investasi di pasar modal.
Penandatanganan dilakukan antara Chief of Executive Officer (CEO) PT Investortrust Indonesia Sejahtera Primus Dorimulu dan Director PT Investortrust Indonesia Sejahtera Sachin Gopalan dengan Direktur Utama PT Infovesta Utama Parto Kawito, Executive Director Intellectual Business Community Bayu Prawira Hie.
Penandatanganan MOU berlangsung Hotel Rafles Jakarta, Selasa (29/8/2023), dengan disaksikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
Baca Juga
Produksi Feronikel Trimegah Bangun Persada Naik 33% Jadi 120.000 Ton Tahun Depan
Pada kesempatan tersebut digelar pula soft launching lahirnya portal data dan berita ekonomi Investortrust.id, yang ditandai dengan pemukulan gong virtual sebanyak tiga kali oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
Sebelum soft launching, Investortrust.id juga menggelar Seminar Investortrust.id bertema ”Membangun Ekosistem Baterai Kendaraan listrik”. Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara dari lingkup pemerintah hingga para pelaku industri.
Hadir sebagai pembicara Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Director of Retail and Commerce PT PLN Edi Srimulyanti, Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk Roy Arman Arfandy, Dirut PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho, serta peneliti produk desain industri dan pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Yannes Martinus Pasaribu.
“Kami menyambut baik kehadiran Portal Data dan Berita Ekonomi Investortrust.id yang akan memberikan informasi yang akurat seputar data-data dan informasi ekonomi dan finansial di Tanah Air. Selamat atas lahirnya Investortrust.id,” ujar Bahlil Lahadalia saat memberikan keynote speech.
Sementara itu Komisaris Utama PT Investortrust Indonesia Sejahtera Ilham Habibie menyampaikan, Investortrust.id akan menjadi penyedia informasi dan data yang juga akan didukung oleh teknologi artificial intelligence (AI). “Investortrust.id diharapkan akan memberikan warna tersendiri dalam penyediaan informasi dan data seputar industri dan finansial di Tanah Air, dan mampu membantu memberikan opsi bagi para pengambil keputusan,”ujar Ilham.
Baca Juga
Pemerintah Targetkan Produksi EV Roda Dua 9 Juta pada 2030, Bagaimana Caranya?
Dalam keynote speech-nya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, pemerintah lewat kementerian di bawah pimpinannya tengah mewacanakan untuk menghilangkan insentif bagi perusahaan atau industri yang membangun bahan baku industri mobil listrik yang hanya memberikan 50% nilai tambah.
“Industri-industri yang membuat bahan baku baterai mobil dengan nilai tambah hanya 50%, kita mempertimbangkan untuk tidak memberikan tax holiday. Supaya apa, supaya dia bangun industri dari hulu sampai hilir,” ujar Bahlil.
Ia juga menepis isu bahwa industri hulu baterai mobil listrik telah dikuasai oleh investor asing. “Kalau ada yang mengatakan industri nikel ini dikuasai oleh asing, tambangnya itu dikuasai oleh orang Indonesia. Sebanyak 80% IUP nikel itu dikuasai oleh orang indonesia. Mangan oleh orang indonesia. Yang dikuasai oleh asing itu hanya industrinya,” tegas Bahlil.
Penguatan industri oleh investor asing di level industri menurutnya harus dilakukan karena sejauh ini perbankan tak mampu membiayai capital expenditure yang dibutuhkan oleh industri baterai mobil listrik.
“Jika ada (yang ingin memberikan kredit, red) 40% diminta equty. Mana bisa? Wong investasinya minimal US$ 3-4 miliar. Kalau 40% equity kurang lebih sama dengan Rp18 triliun. Mana bisa orang punya,” tandasnya.
Baca Juga
Kemenko Perekonomian: Pemerintah Sedang Meredesain Insentif untuk Pengguna Kendaraan Listrik
Berikutnya ia menyampaikan pemerintah masih konsisten untuk memberikan dukungan pada perizinan dan insentif untuk pengembangan baterai mobil listrik. Namun ia mensyaratkan investasi yang masuk harus berkolabiorasi dengan BUMN dan pengusaha nasional yang ada di daerah.
Ia pun menyatakan optimismenya bahwa pasar industri mobil listrik di masa depan akan lebih baik. Hal ini ditandai dengan berminatnya sejumlah manufaktur otomotif asing yang ingin ikut mengembangkan industrinya di Tanah Air, seperti Ford Motor dari Amerika Serikat dan Geely dari Tiongkok.
Sementara itu Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik akan mendukung transformasi menuju mobilitas berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia pada Net Zero Emision dan rencana konkret untuk mempercepat dekarbonisasi. Indonesia juga tengah mendorong transisi industri menuju EV, agar dapat menjadi pusat produksi kendaraan listrik.
Susiwijono juga menekankan pentingnya percepatan ekosistem kendaraan listrik. Pemerintah melalui kebijakan nyata telah mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik dengan ketersediaan pasokan tenaga listrik, infrastruktur stasiun pengisisian, dan rencana integrasi platform.
“Guna memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik sebanyak 17.282 unit (roda empat) dan sebanyak 40.312 unit (roda dua), Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem dengan membangun 846 SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) untuk roda-4 dan 1.401 SPBKLU (Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum) untuk Roda-2,” tutur Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.
Dalam kesempatan yang sama, Roy Arman Arfandy, CEO PT Trimegah Bangun Persada Tbk menyatakan kebutuhan mobil listrik di dunia terus meningkat. Pada tahun 2021 tercatat baru 6,6 juta unit mobil listrik yang digunakan di dunia. Namun pada tahun 2027 diperkirakan akan meningkat 4 kali lipat menjadi 24,2 juta unit. Hal ini juga akan mendorong meningkatnya kebutuhan baterai listrik yang pada tahun 2021 untuk baterai lithium kebutuhannya baru sebesar 551 Gwh dan pada 2027 diperkirakan meningkat menjadi 2050 gwh.
“Pemerintah Indonesia sudah cukup bergerak cepat dan strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan baterai listrik sehingga Indonesia sangat berpotensi menjadi hub bagi ekosistem mobil listrik dunia,” kata Roy.
Salah satu contoh konkretnya adalah masuknya sejumlah pemain mobil listrik dunia ke Indonesia seperti Hyundai dan Wuling, dan dipastikan akan diikuti oleh manufaktur manufaktur otomotif mobil listrik lainnya.
Sedangkan Toto Nugroho, Dirut PT Industri Baterai Indonesia menyebut Indonesia berpeluang besar menjadi pemain utama baterai electric vehicle (EV). “Saat ini pun, 40%-50% beterai EV yang beredar di pasar, bahan bakunya berasal dari Indonesia. Jadi, Indonesia akan sukses membangun ekosistem baterai EV,” ujar Toto.
Baca Juga
TBS Energi (TOBA) Raih Fasilitas Pinjaman, Berikut Peruntukannya
Indonesia. Lanjut Totok, punya keunggulan karena punya nikel, kobalt, mangan, bauksit, dan tembaga. Dengan keunggulan komparatif sumber daya alam itu, Indonesia menurutnya akan sangat kompetitif.
Dalam kesempatan diskusi yang sama, , Director of Retail and Commerce PT PLN Edi Srimulyanti memaparkan saat ini sudah dibangun sebanyak 616 unit SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dari rencana tahap awal 1.000 unit.
Menurutnya arah pengambangan infrastruktur pendukung ekosistem EV mengacu pada praktik Amerika yang menyediakan SPKLU dengan rasio 1:16. Sementara percepatannya mengacu pada Thailand yang percepatan penggunaan EV sudah 2 kali lipat hanya 2 tahun setelah mobil EV diperkenalkan.
“Rencana pengembangan SPKLU bersama mitra dikonsentrasikan di area perkantoran karena secara ekonomis paling menguntungkan. Secara ekonomis 4 unit pengecasan per hari sudah menguntungkan,” kata Edi Srimulyanti.

