15 Rute Penerbangan Perintis di Nabire Beroperasi
NABIRE, Investortrust.id - Program Angkutan Udara Perintis 2024 di Koordinator Wilayah (Korwil) Nabire telah dimulai. Penerbangan perdana sudah dilaksanakan pada 8 Januari 2024, sebagai tindak lanjut penandatangan kontrak angkutan udara perintis tahun 2024.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire Setyani Mahendra menyatakan, pada tahun ini, Korwil Nabire melayani 15 rute penerbangan perintis penumpang. “Alhamdulillah penerbangan perdana berjalan lancar,” ucapnya pada hari ini (26/01/2024) di Nabire, Papua Tengah.
Baca Juga
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M Kristi Endah Murni mengatakan, program tersebut menjadi bentuk perwujudan visi pemerintah untuk hadir di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Setelah dilakukan penandatanganan kontrak angkutan udara perintis pada awal Januari lalu, hampir semua korwil sudah melakukan penerbangan perdana.”
Masing-masing korwil dan Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) dapat melaksanakan kontrak tersebut dengan baik, sesuai ketentuan yang telah disepakati. Angkutan ini mendapat subsidi dari negara.
“Pemberian subsidi angkutan udara perintis ini tentunya diharapkan dapat mendorong perekonomian, serta kestabilan ketahanan dan keamanan negara. Ini terutama di daerah 3TP (terdepan, terluar, terpencil, dan perbatasan),” tuturnya.
Jadwal Penerbangan
Untuk Korwil Nabire, angkutan udara perintis ini melayani masyarakat 1-3 kali penerbangan seminggu. Berikiut rute dan frekuensi yang dilayani:
1. Nabire - Moanamani (PP) : 2x
2. Nabire - Bilorai (PP) : 3x
3. Nabire - Faowi (PP) : 2x
4. Nabire - Mulia (PP) : 3x
5. Nabire - Ilu (PP) : 2x
6. Nabire - Ilaga (PP) : 3x
7. Nabire - Enarotali (PP) : 3x
8. Nabire - Sinak (PP) : 2x
9. Nabire - Waghete (PP) : 3x
10. Waghete - Kapiraya (PP) : 2x
11. Nabire - Beoga (PP) : 1x
12. Nabire - Wasior (PP) : 1x
13. Nabire - Dagai (PP) : 1x
14. Nabire - Utarom (PP) : 1x
15. Nabire - Pogapa (PP) : 1x
Setyani mengatakan, kontur alam wilayah Papua mayoritas berupa gunung-gunung dengan lembah yang curam. Transportasi udara ini merupakan satu-satunya yang bisa menjangkau wilayah pedalaman, yang tentu saja membutuhkan adanya lapangan terbang.
Adapun Badan Usaha Angkutan Udara yang melayani program angkutan udara perintis penumpang tersebut adalah PT Smart Cakrawala Aviation. “Kami tentunya berharap program subsidi angkutan udara perintis ini dapat terlaksana dengan baik, tanpa hambatan yang berarti. Dengan demikian, benar-benar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan moda transportasi udara,” tutur Setyani.
Baca Juga
Permintaan Tinggi, Bandara Adi Soemarmo Tambah Rute Penerbangan Solo-Bali

