Marak Penipuan Isi Saldo Kartu Elektronik, Begini Respons KAI Commuter
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Commuter Indonesia (Persero) atau KAI Commuter tanggapi modus penipuan minta isi saldo kartu elektronik untuk pembayaran masuk stasiun Commuter Line Jabodetabek.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menyampaikan, apabila memang ada aktivitas yang mengganggu kenyamanan penumpang kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line dapat langsung melaporkan ke pihak KAI Commuter.
''Setiap kali ada aktivitas yang ada di dalam maupun luar stasiun yang mengganggu kenyamanan para penumpang itu dilaporkan saja, supaya kami bisa lakukan antisipasi,'' kata Anne dalam Konferensi Pers terkait Masa Angkutan Lebaran 2024 di Wilayah Jabotabek, di Luminor Hotel, Jakarta, Jumat (5/4/2024).
Baca Juga
Sistem layanan, lanjut Anne, para penumpang dapat mengunjungi akun resmi media sosial @commuterline atau menghubungi Contact Center di 021-121.
Tak sampai di situ, Anne juga mengatakan, KAI Commuter saat ini sudah memiliki CCTV Analitik yang dapat membaca gestur tubuh hingga wajah.
''Kami sangat serius menangani hal-hal seperti ini, bahkan dalam 2 tahun terakhir CCTV Analitik (stasiun dan dalam gerbong KRL) terus bertambah. Dan akan terus kami tambah supaya keselamatan dan kenyamanan penumpang itu bisa terjamin,'' ujar Anne.
Baca Juga
Puncak Arus Mudik Moda Kereta Api Diprediksi Jatuh Pada 6 April 2024
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu telah terjadi kasus penipuan orang tak dikenal (oknum) meminta 'tolong' untuk diisikan saldo Kartu Multi Trip (KMT) atau kartu uang elektronik dari korban di lingkungan stasiun Commuter Line Jabodetabek.
Biasanya oknum akan menghampiri calon korban meminta uang sebesar Rp 10.000, alasannya tidak mempunyai ongkos untuk pulang dan tidak bisa mengisi saldo kartu uang elektronik.

