Modest Fashion Baru Berkontribusi 3,5% di Total Ekpsor Non Migas
JAKARTA, Investortrust.id –Indonesia berada pada ranking 13 dunia untuk ekspor modest fashion di tahun 2021 dengan senilai US$4,68 miliar. Kontribusi ekspor sektor modest fashion sendiri seperti dilansir data Badan Pusat Statistik (BPS) baru 3,5% terhadap nilai total ekspor non-migas di Indonesia.
Kendati kontribusinya masih mini, Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menyatakan optimistis industri modest fashion Indonesia bisa menjadi tren global, salah satunya lewat promosi di ajang seperti Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2023, yang pada ujungnya mampu memberikan kontribusi lebih besar pada nilai total ekspor non migas.
Gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2023 merupakan kerja bareng antara Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Bank Indonesia (BI) sebagai mitra utama, serta Indonesia Fashion Chamber (IFC) . Ajang ini digerlar bersamaan dengan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 Tahun 2023 di Jakarta Convention Center (JCC).
Baca Juga
8 Brand Modest Fashion RI Cetak Transaksi Potensial US$ 2 Juta
“Penyelenggaraan IN2MF yang kedua kalinya ini luar biasa. Baik dari jenis kain, hingga desainernya. Kami optimistis, kerja sama dengan BI ini membawa modest fashion Indonesia ke kelas dunia. Kita juga bisa bersaing dengan modest fashion global. Indonesia sangat siap,” ucap MenKopUKM Teten Masduki, melalui keterangan resminya, di Jakarta, Jumat (27/10/2023).
Potensi Industri modest fashion dunia diproyeksikan mencapai US$ 375 miliar pada 2025, dengan rata-rata pertumbuhan 6% setiap tahunnya. Lima negara produsen terbesar untuk modest fashion adalah China, India, Turki, Italia, dan Vietnam dengan pangsa pasar mencapai 76% di seluruh dunia.
“Indonesia memiliki daya saing global yang sangat bisa diperhitungkan. Tak perlu khawatir adanya pesaing produk yang datang dari luar. Modest fashion bukannya produk yang massal, tetapi custom sehingga memiliki keunikan dari setiap desainnya,” kata Teten.
Teten menambahkan, untuk mendukung percepatan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia, perlu adanya gerakan nasional kolaboratif melalui Deklarasi Bulan Modest Fashion yang merupakan upaya meningkatkan eksposur industri modest fashion Indonesia, serta menjadi landasan semua pihak dalam memberikan dukungan penuh atas inisatif tersebut.
Baca Juga
Konsumsi Fesyen Muslim RI Baru Segini, Menperin Bilang Begini…
Dalam upaya memperkuat dan mendorong inisiatif tersebut, KemenKopUKM bersama BI memproduksi reality show modest fashion pertama di Indonesia dan di dunia yang bernama IN2THENEXT. Inisiatif ini didukung oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta Indonesian Fashion Chamber (IFC).
“Kami sangat mendukung kesuksesan IN2MF dan saya berharap inisiatif ini dapat mewujudkan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia,” kata MenKopUKM.
Senada, Gubernur BI Perry Warjiyo turut mengapresiasi kesuksesan penyelenggaraan IN2MF di tahun ke-2 ini. Pada tahun lalu, IN2MF tercatat telah sukses diselenggarakan bahkan dirangkai dengan fashion show di London, Dubai, Beijing, dan Paris.
“Modest fashion memang hebat. Inisiatif IN2MF di ajang ISEF memiliki tujuan satu yakni menjadikan modest fashion Indonesia terbaik di dunia. Terima kasih kepada UMKM yang menjadi UMKM sudah berskala global,” kata Perry.
IN2MF di ISEF 2023 digelar selama lima hari yakni mulai 25-29 Oktober 2023. IN2MF diisi dengan 18 kali sesi fashion show dengan menampilkan 176 desainer Indonesia.
Tren Modest Fesyen Muslim di 2024
Perkembangan modest fashion di Indonesia saat ini semakin menunjukkan kemajuannya ke arah yang lebih baik. Bahkan, dilansir dari The State Global Islamic Economy (SGIE) menyebut, Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia dengan nilai ekspor US$ 390 juta pada 2021.
Angka tersebut tentunya juga didukung oleh kehadiran para desainer Indonesia yang terus berupaya memperkuat komitmennya dalam menghadirkan setiap tren modest fashion muslim yang diminati masyarakat.
Jika pada tahun ini tren modest fashion muslim di Indonesia didominasi oleh siluet longgar yang dipenuhi dengan beragam warna pastel, maka pada tahun 2024 trend modest fashion diprediksi lebih simple dengan warna-warna alam.
"Menurut saya modest fashion yang simple, bahannya nyaman dipakai, dan tidak ribet. Jadi, itu trendnya, dan untuk warna masih mengarah ke warna-warna alam kaya gini ya (hijau sage)," ujar Lusi Ekawati, pemilik jenama Benanglusi kepada investortrust.id dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival 2023 (ISEF) yang digelar di Jakarta Convention Center, Kamis (26/10/2023).
Lusi menambahkan, untuk warna sendiri dari trend modest fashion muslim tahun depan masih didominasi oleh warna-warna alam seperti hijau sage "yang masih trend nantinya".
Lebih lanjut, Lusi membeberkan jika warna-warna alam yang dipakai dalam produknya menggunakan pewarna alami.
"Dan memang memakai pewarnaan dari bahan-bahan tumbuhan dan kayu, tidak pakai kimia," jelasnya.
Selain itu, perempuan asal Yogyakarta tersebut membeberkan, tren modest fashion muslim Indonesia juga akan semakin diwarnai oleh wastra Indonesia, seperti batik, kain tenun, dan kain songket.
Senada dengan Lusi, Lisma staf Ura By Aura Afilia juga memaparkan hal yang sama. Pada tahun 2024 modest fashion muslim semakin menunjukkan kekayaan budaya Indonesia dalam setiap karyanya.
"Ya, menurut saya memang ke depannya itu trennya itu lebih ada unsur-unsur budayanya gitu," terangnya.
Di lain sisi, Fani dari Dian Pelangi menuturkan jika tren modest fashion muslim ke depan semakin memadukan unsur etnik.
"Ya memang seperti itu saya lihat trennnya, seperti saat ini, untuk ini misalnya (hijab) kita padukan dengan unsur etnik dari Palembang," tandasnya. (CR-2)

