Penjualan Rumah Desil 1-4 Diproyeksi Tetap Tinggi di 2024, Ini Kata Pakar
JAKARTA, investortrust.id – Colliers Indonesia menyatakan tren penjualan rumah tapak bagi masyarakat kelas menengah ke bawah atau desil 1-4 masih tinggi di tahun 2024. Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto menyatakan, penjualan rumah tapak pada desil 1-4 akan mencapai 30-40%.
“Yang stabil itu adalah rumah kelas menengah, karena memang disini daya belinya masih cukup tinggi. Kalau perumahan yang kelas bawah ini permintaannya juga cukup tinggi kalau dilihat dari komposisinya itu bisa sampai 30-40% dari total perumahan yang masuk,” tandas Ferry dalam Webinar Property Outlook BTN property x Akurat.co, Selasa (27/2/2024).
Ferry menambahkan, pada sektor kelas menengah ke atas tren penjualan rumah tapak bisa mencapai 70-80%.
Baca Juga
Insentif Properti Dorong Pertumbuhan Penjualan Perumnas hingga 30%
“Kalau kita perhatikan misalnya perumahan yang harganya dari minimal sekitar Rp1 miliar itu komposisinya bisa sampai 70-80%, itu misalnya yang sudah kelas menengah ke atas,” imbuhnya.
Hal ini juga didorong dengan kebijakan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 7 Tahun 2024 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2024. Di mana pemerintah akan menanggung pajak sebesar 11% dari rumah yang minimal seharga Rp2 miliar hingga maksimal seharga Rp5 miliar.
Sebagai tambahan, berdasarkan data PT Leads Property Services Indonesia hingga akhir kuartal III-2023, suplai rumah tapak di Jabodetabek tercatat mencapai 162 ribu unit dengan persebaran Jakarta (5%), Bogor (21%), Bekasi (25%), Depok (5%), dan Tangerang (44%).
Baca Juga
Survei BI: Penjualan Naik, Harga Properti Residensial Meningkat
Rata-rata tingkat penjualan rumah mencapai 93% (yoy), di mana Jakarta menyentuh angka (82%), Bogor (94%), Bekasi (93%), Depok (96%), dan Tangerang (93%). Sementara itu, harga jual rata-rata rumah tapak di Jabodetabek berkisar Rp2,5 miliar per unit.

