Buktikan sebagai Perusahaan Global, Pertamina Rajin Akuisisi Blok Migas di Luar Negeri
JAKARTA, investortrust.id –PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengungkap rencana mengakuisisi sejumlah blok migas di luar negeriyang sudah produksi maupun eksplorasi. Upaya tersebut sekaligus membuktikan bahwa Pertamina adalah perusahaan global,bukan pemain kandang.
Salah satunya adalah blok migas di Gabon. Pertamina masuk ke blok migas di negara Afrika itu melalui anak usaha yang berkedudukan di Paris, Maurel et Prom (MEP), dengan kepemilikan saham Pertamina sebesar 71,09%.
“Di internasional, kita sudah dapat blok baru lagi. Kita ada purpose meningkatkan sekitar 35 ribu barel dari blok baru tersebut melalui Maurel et Prom (MEP). Tetapi karena kudeta militer yang barusaja terjadi di Gabon, kita harus menunggu sebentar,” kata Muharram Jaya Panguriseng, Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi kepada sejumlah pemimpin redaksidalam perjalanan dengan Kereta Luar Biasa dari Jakarta ke Yogyakarta, Jumat (15/12/2023). Sejumlah direksi Pertamina berkunjung ke Yogyakarta, antara lain untuk menghadiri acara Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2023.
Dia menambahkan, sejauh ini tidak ada gangguan terkait rencana tersebut namun PHEmasih menunggu untuk mendapatkan penandatanganan blok migas itu. Segera setelah itu,melalui MEP, Pertamina akan meningkatkan produksimigas di sana.
Menurut Muharram, beberapa negara di Afrika lebih memilih bermitra dengan Pertamina. Seperti Tanzaniamisalnya, meminta Pertamina masuk langsung ke blok migas di sana bukan melalui MEP.
“Artinya apa? Mereka sudah melihat Indonesia sebagai suatu negara pemain migas yang prioritas,” tegas dia.
Tidak hanya di Afrika, lanjut Muharram, Pertamina juga akan masuk ke Guyana dan Suriname. “Kemarin sore baru saja mendapatkan presentasi dari teman-teman teknikal untuk masuk ke Guyana dan Suriname. Kebetulan ada satu lapangan migas pertama kali di sana yang menggunakan nama Indonesia, karena Suriname itu rata-rata orang Indonesia,” katanya.
Kehadiran Pertamina di luar negeri itu, menurut Muharram, membuktikan bahwa Pertamina adalah satu perusahaan global,bukan pemain kandang.
“Pertamina itu sejajar dengan perusahaan-perusahaan migas nasional yang bisa main di global, seperti Amerika. Amerika itu adalah salah satu produsen besar migas secara domestiktetapi perusahaan migasnya ada dimana-mana,” ujarnya.
Bahkan, Pertamina juga sedang mengevaluasi salah satu blok di Meksiko. Rencananya, Pertamina masuk ke blok migas di Meksiko karena diundang oleh Eni, perusahaan migas asal Italia.
“Rupanya Eni sangat percaya sekarang untuk menggandeng Pertamina sebagai partneruntuk bermain di internasional. Itu bukti kita sudah layak jadi kebanggaan nasional,” tegas Muharram.
Hindari Country Risk
Dalam pemilihan blok-blok migas di luar negeri, Pertamina juga mempertimbangkan sejumlah faktor, terutama akses ke perairan internasional agar menghindari country risk dan isu geopolitk.
Contohnya Gabon dipilih karena langsung berhubungan dengan laut dan perairan internasional. Dengan demikian, kapal tangker yang membawa minyak dari ladang migas di Gabon bisa langsung bergerak ke selatan di Samudera Atlantik, lalu masuk ke Samudera Hindia dan menujuIndonesia tanpa melewati negara-negara lain.
“Kalau kita masuk misalnya ke negara bekas Uni Soviet ada di tengah benua (Eropa). Itu berat sekali karena kita akan melewati negara-negara lain untuk bisa mengakses produksi yang kita dapatkan. Jadi perhatian kita selain isu nasional, aspek bisnisnya harus benar-benar bagus, juga country risk dari negara lain," jelas dia
Pertamina beroperasi di 43 Blok (darat dan lepas pantai, sebagai Operator di 24 Wilayah Kerja dan sebagai Non Operator di 15 Wilayah Kerja), termasuk di Rokan, Mahakam, PEP, ONWJ, Masela.
Di luar negeri, Pertamina beroperasi melalui PT Pertamina International EP (PIEP) dan Maurel et Prom dengan kepemilikan saham 71,09% sejak 2017.
Pada 2023, blok migas di luar negeri memberi kontribusi sebesar 21%, masing-masing minyak sebesar 151 Mbopd (87%) dan gas bumi 370 MMscfd (13%)
Sementara blok migas dalam negeri memberi kontribusi sebesar 79%, masing-masing minyak417 Mbopd (73%) dan gas bumi 2.389 MMscfd (27%).(CR-1/JN)

