Luncurkan E-Katalog Versi 6.0, LKPP Bidik Transaksi hingga Rp 500 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Kebijakan Penyedia Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) meluncurkan e-Katalog versi 6.0 sebagai platform digital pengadaan barang dan jasa di Djakarta Theatre, Kamis (28/3/2024). E-Katalog Versi 6.0 diluncurkan LKPP dengan menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui unit GovTech Procurement, yang fokus melayani transformasi digital untuk pengadaan pemerintahan.
Kepala LKPP Hendrar Prihardi atau yang akrab disapa Hendi mengatakan presiden telah memberikan target proses pengadaan barang dan jasa untuk beralih ke sistem e-purchasing atau e-katalog. Hal itu disebutnya agar lebih transparan dan efisien serta diharapkan dapat meningkatkan nilai transaksi pengadaan barang dan jasa dalam negeri.
"Target dari Presiden sendiri angkanya mencapai 500 triliun rupiah," kata Hendrar di Djakarta Theatre, Kamis (28/3/2024).
Dijelaskan Hendi, target tersebut dibebankan presiden beranjak dari rencana umum pengadaan yang tertuang dalam APBN/APBD menyentuh angka lebih dari Rp 1.200 triliun. Hendi berharap agar lebih dari separuh pengadaan yang dilakukan oleh kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah dapat dilakukan melalui Katalog Elektronik LKPP.
Baca Juga
Dorong Pemanfaatan Produk Lokal, LKPP Usulkan RUU Pengadaan Barang Jasa
Terkait Katalog Elektronik Versi 6.0 yang baru saja diluncurkan, Hendi mengungkapkan hal tersebut mewakili langkah LKPP dalam upaya meningkatkan layanan sistem pengadaan secara elektronik kepada pengguna. Yaitu melalui fitur baru katalog elektronik LKPP memberikan kemudahan kepada para stakeholder-nya dalam melakukan transaksi atau belanja pemerintah.
"Dibandingkan dengan sistem sebelumnya, melalui Katalog Elektronik Versi 6.0 ini masyarakat dapat memantau dengan jauh lebih baik atas proses pengadaan pemerintah," ucap dia.
Pada Katalog Elektronik Versi 6.0 tersebut detail harga, spesifikasi produk, hingga gambar produk dapat dilihat oleh siapa saja. Disebut Hendi fitur baru tersebut akan meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparan dan akuntabilitas dalam proses transaksi pengadaan.
Ia menambahkan, keunggulan lain dari fitur terbaru yang disuguhkan LKPP di antaranya melalui kemudahan menemukan produk, melakukan pembayaran, serta memonitor proses transaksi yang sedang berjalan. Pengguna akan dapat dengan cepat menemukan informasi yang mereka butuhkan, sehingga mempercepat proses pengadaan barang/jasa.
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut, Hendrar juga menjelaskan dukungan Telkom telah diamanatkan dalam Perpres Nomor 17 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Bahkan ia menyebut Telkom telah melakukan dukungan kepada LKPP dalam mengoptimalkan Katalog Elektronik versi sebelumnya.
"Telkom telah membantu bahkan sejak tahun 2023, sebelum e-Katalog ini diluncurkan," pujinya.
Atas dukungan Telkom, disebut Hendrar, Katalog Elektronik yang dimiliki oleh LKPP menunjukkan kinerja yang baik. Pada tahun 2023 kinerja e-katalog LKPP menunjukkan angka 7,5 juta produk tayang dengan total transaksi sebesar Rp 196,7 triliun.
Sebelumnya di tahun 2022 e-Katalog LKPP menunjukkan kinerja 2,3 juta produk tayang dengan nilai transaksi sebesar Rp 83,9 triliun.
Diketahui peluncuran Katalog Versi 6.0 ini juga dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas dan Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia FM Venusiana R., serta beberapa pejabat pimpinan tinggi lainnya.

