Luhut Ungkap Prabowo Akan Resmikan Fasilitas Hilirisasi Kratom dan Kemenyan Maret 2027
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan hilirisasi kratom dan kemenyan. Hal itu disampaikan Luhut seusai rapat bersama Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Luhut mengatakan, Prabowo menyetujui perluasan program hilirisasi ke sektor pertanian, khususnya komoditas kratom dan kemenyan.
"Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian, yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan," kata Luhut.
Baca Juga
Menteri Rosan Sebut Nilai Ekspor Komoditas Kratom Capai US$ 350 Juta
Luhut mengatakan, program hilirisasi kratom dan kemenyan ini akan ditopang dengan pembangunan pusat riset pengurutan genom atau genome sequencing di Toba, Sumatra Utara (Sumut). Pusat riset itu nantinya meneliti dan mengolah potensi tanaman lokal bernilai tinggi, salah satunya tanaman kratom yang banyak ditemukan di Kalimantan untuk bahan baku industri obat-obatan serta kemenyan.
"Ada dua yang akan hilirisasi dari pertanian yaitu satu adalah kratom, yang kedua yang ada banyak di Kalimantan yang bisa menjadi obat. Kedua adalah mengenai kemenyan," katanya.
Diungkapkan Luhut, produk turunan kemenyan dan kratom memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan hingga menyentuh angka puluhan miliaran dolar. Luhut meyakini hilirisasi kedua komoditas itu akan sesukses industri hilirisasi nikel yang dirintis pemerintah 10 tahun lalu.
"Dua barang ini, saya pikir kami lihat market, nanti Anda bisa Google juga, bisa juga beberapa miliar atau beberapa puluh miliar dolar adops streaming-nya. Ini sama seperti nikel waktu kita mulai 10 tahun yang lalu. Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian, yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan. Ini saya kira juga kemajuan lain," papar Luhut.
Luhut mengatakan, saat ini, persiapan peluncuran fasilitas tersebut terus berjalan dan diharapkan dapat diresmikan Prabowo sesuai rencana.
"Presiden bersedia nanti kalau semua sesuai dengan rencana pada bulan Maret tahun depan akan meresmikan ini," kata Luhut.
Sementara itu, anggota DEN Septian Hario Seto mengatakan, DEN telah menyampaikan hasil kajian mengenai hilirisasi kepada Presiden Prabowo dalam pertemuan hari ini. Dikatakan, selain hilirisasi nikel, terdapat dua komponen hilirisasi lainnya yang juga berkembang cukup pesat, yakni aluminum dan komponen baterai lithium.
Seto mengungkapkan hilirisasi aluminium ini meningkat cukup signifikan dan perkirakan angka ekspor untuk produk aluminium mencapai sekitar US$ 7,2 miliar pada tahun ini atau melesat dua kali lipat dibanding 2024 di angka sekitar US$ 3,5 miliar. DEN memperkirakan ekspor dari hilirisasi aluminium dapat mencapai lebih dari US$ 10 miliar seiring dengan penambahan investasi dari smelter-smelter aluminium yang baru di Indonesia.
Sementara untuk hilirisasi baterai lithium, Seto mengatakan, Indonesia saat ini telah menjadi salah satu sumber produsen untuk komponen-komponen baterai lithium, seperti anoda, katoda baterai. Bahkan Indonesia juga sudah memiliki lithium refinery, meski tidak memiliki sumber daya lithium.
"Artinya Indonesia sudah bisa melakukan industrialisasi dari sumber daya alam yang kita tidak miliki. Tapi industrialisasi ini merupakan bagian dari ekosistem tadi yang lebih lengkap," katanya.
Baca Juga
Mendag Budi Lepas Ekspor Perdana Kratom Senilai Rp 17 Miliar ke AS dan Eropa
Bahkan, berdasarkan perhitungan DEN, Seto mengatakan, hilirisasi nikel, aluminium, dan komponen baterai lithium itu nilainya akan mencapai sekitar US$ 50 miliar dolar. Angka tersebut naik hampir sekitar 45% dibandingkan pada 2024.
"Jadi ini merupakan prestasi yang tadi kami sampaikan sangat baik kepada Bapak Presiden karena selama 2 tahun periode pemerintahan beliau ekspor hilirisasi kita itu bisa meningkat sekitar 45%. 2026, US$ 50 miliar dan tadi 2024 sekitar US$ 34,5 miliar. Jadi ini juga akan menjadi sumber tambahan devisa yang sangat baik buat Indonesia," katanya.
