Kemarau Panjang, PLN Tambah Pasokan Listrik 50 MW di Sigi Sulteng
Poin Penting
|
SIGI, Investortrust.id - PT PLN (Persero) menambah kapasitas pembangkit sebesar 50 megawatt (MW) melalui pengoperasian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk menjaga keandalan pasokan listrik Sulawesi di tengah kemarau berkepanjangan. Langkah ini dilakukan setelah penurunan debit air memengaruhi produksi sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sementara kebutuhan listrik masyarakat dan sektor usaha tetap harus terpenuhi.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengapresiasi langkah PLN dalam memperkuat pasokan listrik yang dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan investasi di daerah.
Baca Juga
“Listrik ini kebutuhan primer dan masyarakat sangat membutuhkan. Jadi kami kolaborasi dengan PLN untuk mempercepat tambahan pasokan listrik. Dan ini luar biasa, PLN bisa realisasikan tambahan pembangkit di Sulteng. Kami sangat apresiasi PLN, terima kasih,” ujar Anwar saat peresmian penguatan sistem kelistrikan Sulawesi di Sidera, Kabupaten Sigi, dikutip Selasa (20/10/2026).
Tambahan kapasitas pembangkit tersebut diharapkan membuat pasokan listrik lebih stabil untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Saidin Ali, warga Kabupaten Sigi, menyambut baik kehadiran pembangkit baru tersebut. “Kami bersyukur sekarang ada tambahan pembangkit di Sidera. Harapannya, listrik di Sigi bisa semakin andal dan menyala terus, jadi masyarakat juga bisa beraktivitas dengan nyaman,” kata Saidin.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo menjelaskan, tambahan kapasitas pembangkit di Sigi merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga pasokan listrik ketika kondisi cuaca memengaruhi kemampuan produksi pembangkit tenaga air.
“Ketika kondisi kemarau memengaruhi kemampuan produksi sejumlah pembangkit tenaga air, kami mengambil langkah antisipatif melalui penguatan kapasitas pembangkit. Tambahan daya 50 MW ini menjadi salah satu upaya konkret untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi sehingga pasokan listrik kepada masyarakat dan sektor produktif dapat terus terjaga,” ujar Rizal.
Dari total tambahan kapasitas 50 MW tersebut, sebanyak 20 MW telah beroperasi, sedangkan 30 MW lainnya sedang disiapkan untuk segera beroperasi. Penambahan ini diharapkan membantu menjaga kesinambungan pasokan listrik di Sulawesi.
Rizal mengatakan PLN juga terus mengevaluasi kesiapan operasional pembangkit agar kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan sistem. Upaya tersebut dilakukan untuk menghadapi perubahan kondisi cuaca sekaligus mengimbangi pertumbuhan kebutuhan energi pada masa mendatang.
“Kami ingin menjaga sistem kelistrikan Sulawesi semakin tangguh dan adaptif terhadap berbagai tantangan. Melalui penguatan kapasitas pembangkit, peningkatan kesiapan operasi, dan kolaborasi seluruh unit PLN, kami optimistis keandalan pasokan listrik dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Baca Juga
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara Sujana mengatakan perusahaan mengoptimalkan kesiapan pembangkit melalui pengaturan operasi, pemeliharaan, dan koordinasi antarunit. Langkah tersebut dilakukan agar kapasitas pembangkit yang tersedia dapat digunakan secara optimal, termasuk ketika kontribusi pembangkit tenaga air mengalami penurunan.
“Sesuai arahan Direktur Manajemen Pembangkitan dan didukung oleh Bapak Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi, kami bergerak bersama seluruh unit PLN untuk memastikan penguatan pasokan listrik di Sulawesi dapat dilaksanakan dengan baik. Kami terus berupaya meningkatkan keandalan pembangkit agar listrik bagi masyarakat bisa terus tercukupi,” ujar Sujana.
