Transaksi ISEF 2026 Tembus Rp 13,8 Miliar, Business Deal Capai Rp 3,2 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 mencatat nilai transaksi Rp 13,8 miliar hingga malam sebelum penutupan. Selain itu, capaian business matching atau kesepakatan bisnis dalam ajang ekonomi dan keuangan syariah tersebut mencapai Rp 3,2 triliun.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro mengatakan, capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang terbangun melalui rangkaian ISEF 2026. Namun, realisasi transaksi dan kesepakatan bisnis tersebut perlu ditindaklanjuti agar memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, hingga tadi malam, ISEF telah dikunjungi oleh sekitar 93.000 orang, ini data sampai tadi malam ya, belum hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,8 miliar. Dan capaian business matching atau business deal sebesar Rp 3,2 triliun,” ujar Solikin dalam Closing Ceremony ISEF 2026, Minggu (18/10/2026).
Solikin menyebut, capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk dalam pembiayaan dan perdagangan syariah. Dia mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan ISEF, yang menjadi salah satu upaya memperluas aktivitas bisnis dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
“Dan ini merupakan tentunya peningkatan yang sangat signifikan, termasuk kemudian pembiayaan dan perdagangan syariah, yang tentunya kita berikan applause dan apresiasi kepada semuanya yang telah berkontribusi di dalam kesuksesan event ini,” kata dia.
Menurut Solikin, ISEF tahun ini mengusung semangat percepatan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah melalui sinergi dan transformasi digital. Rangkaian kegiatan selama lima hari dirancang untuk memperkuat fondasi industri halal, mendorong kewirausahaan syariah, memperluas pembiayaan, serta membuka peluang perdagangan dan kerja sama bisnis.
Pada hari pertama dan kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan ekosistem halal food, modest fashion, dan kewirausahaan syariah. Agenda dilanjutkan dengan forum bisnis pesantren serta Forum Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar) Pusat dan Daerah untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Memasuki hari ketiga dan keempat, ISEF mendorong pengembangan industri halal melalui pariwisata ramah muslim, pemberdayaan komunitas perempuan, serta perluasan akses pembiayaan dan perdagangan melalui kesepakatan bisnis. Keterlibatan generasi muda juga menjadi perhatian dalam membangun keberlanjutan ekosistem ekonomi syariah.
Baca Juga
BI Ungkap 3 Strategi Perkuat Ekonomi Syariah, dari Rantai Halal hingga Pembiayaan
“Pada hari ini kita menutup rangkaian tersebut dengan semangat celebrating the movement. Artinya yang kita rayakan bukan hanya keberhasilan penyelenggaraan ISEF, tetapi juga gerakan bersama untuk membawa ekonomi dan keuangan syariah ke tahap yang lebih maju,” ucap Solikin.
Solikin menegaskan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, serta perencanaan pembangunan di tingkat daerah.
“Capaian ini mencerminkan aktivitas yang terbangun, dan tentunya ke depan yang terpenting adalah memastikan capaian tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” tutur Solikin.
