AI Agent Bisa Jadi Andalan UMKM, Pangkas Beban Operasional dan Tingkatkan Penjualan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui teknologi AI agent membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengotomatisasi berbagai aktivitas bisnis, mulai dari pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga pengaturan pengiriman.
Menurut AI & Data Managing Director Accenture Indonesia Budi Ono, teknologi ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pelaku usaha di tengah persaingan bisnis digital. Hal tersebut disampaikannya pada di acara Indonesia Digital Meetup 2026.
Sehingga, ia menilai, untuk saat ini perkembangan AI telah bergeser dari sekadar chatbot yang menjawab pertanyaan menjadi teknologi yang mampu menjalankan tugas secara lebih menyeluruh melalui otomatisasi proses bisnis.
Dia mencontohkan usaha laundry yang membutuhkan tenaga untuk mengelola akun Instagram, merespons pesan pelanggan melalui WhatsApp, mengatur jadwal penjemputan pakaian, hingga mengoordinasikan pengantaran setelah proses pencucian selesai.
Dengan memanfaatkan AI agent, sejumlah aktivitas tersebut berpotensi dijalankan secara otomatis dan terintegrasi sehingga pemilik usaha dapat mengelola operasional dengan lebih efisien.
“Jadi bayangkan saya misalkan saya punya industri atau UMKM misalkan laundry. Maka untuk mempromosikan laundry saya, biasanya kan saya perlu orang admin Instagram, perlu orang admin WhatsApp, lalu perlu orang untuk mengatur penjadwalan kalau ada delivery pickup,” ujar Budi di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
Dia menambahkan, AI juga dapat membantu pelaku usaha mengidentifikasi peluang penjualan melalui interaksi dengan pelanggan. Misalnya, ketika pelanggan menghubungi usaha laundry untuk meminta penjemputan pakaian, sistem dapat membantu menyampaikan informasi promosi yang relevan berdasarkan kebutuhan pelanggan tersebut.
Dengan cara ini, AI tidak hanya berfungsi untuk merespons permintaan, tetapi juga berpotensi mendukung kegiatan pemasaran dan mendorong transaksi. Ia menilai, pemanfaatan AI menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus menambah banyak tenaga untuk menjalankan fungsi administratif dan operasional.
Menurut dia, penggunaan AI perlu dipandang sebagai bagian dari strategi menghadapi persaingan bisnis, terutama ketika pelaku usaha dituntut memberikan layanan yang cepat sekaligus efisien.
“Jadi untuk memenangkan persaingan maka mau enggak mau, saya harus punya seperti employee tapi dia itu AI,” ungkapnya.
Dia menegaskan, tujuan penerapan teknologi tersebut bukan semata-mata menggantikan tenaga kerja, melainkan membantu bisnis meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan produktivitas agar mampu bersaing.
Dalam praktiknya, pelaku usaha dapat memanfaatkan AI untuk menangani komunikasi pelanggan, mengatur jadwal layanan, serta mendukung kegiatan promosi. Sementara itu, pemilik usaha tetap dapat berfokus pada pengawasan operasional dan pengembangan bisnis.
"Jadi ini bukan masalah one second, ini bukan masalah tidak menciptakan lapangan pekerjaan, bukan begitu. Tapi bagaimana kita bisa tetap bersaing dengan efisiensi dan produktivitas yang tinggi," terang Budi.
