Tingkatkan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi, IBC Tekankan Pentingnya Dampak Nyata bagi Masyarakat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pertumbuhan ekonomi nasional dinilai tidak boleh sekadar berhenti pada deretan angka statistik atau indikator formal semata. Hasil pembangunan ekonomi harus mampu memberikan dampak nyata dan terasa langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai pelosok daerah.
Gagasan tersebut ditegaskan oleh Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid dalam acara Launching Indonesia Economic Summit (IES) 2027 di Sequis Tower, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Bertajuk “From Growth to Prosperity: Social Impact Beyond Numbers,” gelaran ini akan diselenggarakan pada 20-21 April 2027 mendatang.
"Mencapai pertumbuhan ekonomi adalah hal yang esensial, tetapi pertumbuhan saja tidak cukup. Kita juga harus memastikan bahwa manfaat pembangunan ekonomi diterjemahkan menjadi kemakmuran yang lebih besar bagi seluruh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah and segmen masyarakat," ujar Arsjad.
Pandangan ini juga menyelaraskan pesan yang kerap disampaikan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya pemerataan hasil pembangunan.
Baca Juga
IBC Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang Inklusif dan Berdaya Saing Lewat IES 2026
Arsjad menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan ekonomi nasional semestinya mencakup dimensi sosial secara komprehensif, seperti perluasan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup, serta pemerataan kesempatan ekonomi bagi warga. Fokus yang terlalu pekat pada angka Produk Domestik Bruto (PDB) sering kali membuat dampak langsung bagi masyarakat luas luput dari perhatian.
Ia juga menyoroti peran penting seluruh elemen ekonomi lokal maupun nasional, mulai dari pedagang mikro dan UMKM hingga korporasi besar serta BUMN yang secara kolektif menjadi penopang utama kemajuan ekonomi Indonesia.
Baca Juga
Dukung Reformasi Sektor Keuangan, IBC Luncurkan Riset dan Rekomendasi Pembangunan Sektor Keuangan
Di samping itu, IBC menggarisbawahi bahwa target-target strategis seperti pertumbuhan ekonomi 8% dan penghapusan angka kemiskinan membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, melainkan memerlukan dukungan penuh dan aksi nyata dari dunia usaha serta sektor swasta.
"Ambisi Indonesia hanya dapat terwujud lewat komitmen bersama dan kontribusi nyata dari semua pemangku kepentingan, terutama sektor swasta," tutur Arsjad.
