Danantara Masuk HighPeak Energy, Apa Dampaknya bagi Industri Hulu Migas Indonesia?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sebesar US$ 250 juta atau setara Rp 4,5 triliun di perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi asal Amerika Serikat (AS), HighPeak Energy, dinilai berpotensi memberikan manfaat strategis bagi industri hulu migas Indonesia.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai, investasi Danantara di kawasan Permian Basin, salah satu wilayah utama produksi minyak dan gas AS, dapat membuka akses bagi Indonesia terhadap teknologi, pengetahuan, pengalaman operasional, keterampilan, hingga jaringan industri migas global.
Menurut Komaidi, manfaat investasi tersebut tidak hanya berasal dari sisi finansial, tetapi juga berpotensi mendukung peningkatan kemampuan operasional industri hulu migas nasional, termasuk melalui peluang alih teknologi.
Baca Juga
Danantara Gelontorkan US$ 250 Juta ke HighPeak (HPK), Bidik Ladang Migas Raksasa AS
“Dari aspek finansialnya, saya kira prudent. Dari aspek teknologi maupun operasional hulu migas, juga ada beberapa hal yang strategis, salah satunya mengenai kemungkinan nanti alih teknologi apabila suatu waktu kita perlu,” ucap Komaidi dalam penjelasan resminya di Jakarta, belum lama ini.
Permian Basin memiliki karakteristik geologi yang mendukung produksi minyak dan gas dari batuan serpih (shale). Di bawah permukaan cekungan tersebut terdapat sejumlah lapisan batuan kaya minyak, antara lain formasi Wolfcamp, Bone Spring, dan Spraberry, yang tersusun secara vertikal pada kedalaman berbeda di lokasi yang sama.
Formasi Wolfcamp dan Bone Spring menjadi sumber produksi minyak dari batuan serpih terbesar di AS. Untuk memproduksi migas dari batuan tersebut, banyak perusahaan di AS menggunakan teknologi pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau hydraulic fracturing (fracking).
Pengalaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi tersebut berpotensi menjadi sumber pengetahuan bagi industri hulu migas Indonesia. Teknologi itu juga dapat digunakan di lapangan migas darat yang telah matang untuk meningkatkan produktivitas sumur, sepanjang kondisi reservoir mendukung.
Baca Juga
Susul Danantara, Energi Mega (ENRG) Investasi US$ 200 Juta di Perusahaan Migas AS
Dengan demikian, investasi Danantara di HighPeak Energy membuka peluang untuk mempelajari praktik operasional hulu migas di salah satu pasar yang memiliki pengalaman dalam pengembangan sumber daya minyak dan gas dari batuan serpih.
Selain peluang pengembangan teknologi, Komaidi menilai model investasi Danantara di HighPeak Energy memiliki mekanisme yang dapat membantu memitigasi risiko investasi. Menurut dia, penggunaan saham preferen memberikan potensi imbal hasil tetap sekitar 6–7% per tahun dengan pembayaran secara berkala. Skema tersebut dinilai memberikan kepastian arus kas bagi Danantara tanpa harus menunggu pembayaran hingga akhir tahun.
“Nantinya kalau nunggu setahun kan agak sulit gitu ya. Tapi kalau kemudian nggak sampai setahun, kemudian cash flownya masuk, saya kira itu lebih baik,” kata Komaidi.
Skema tersebut menjadi salah satu aspek yang mendukung penilaian positif terhadap investasi Danantara, karena menggabungkan potensi imbal hasil finansial dengan peluang memperoleh pengetahuan dan pengalaman operasional dari industri hulu migas AS.
Baca Juga
Mengenal Permian Basin, Sumber Minyak Terbesar AS yang Dilirik Danantara
Sebelumnya, Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) mengumumkan investasi sebesar US$ 250 juta atau setara Rp4,5 triliun di HighPeak Energy, dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan, investasi tersebut sejalan dengan mandat Danantara untuk menanamkan modal pada sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia.
Menurut Pandu, posisi strategis HighPeak Energy di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia menjadikan perusahaan tersebut sebagai peluang investasi potensial dalam upaya Danantara membangun portofolio investasi yang terdiversifikasi secara global.
Setelah transaksi investasi selesai, HighPeak Energy akan mengembangkan program pelatihan dan penugasan kerja (secondment) bagi tenaga kerja Indonesia. Program ini ditujukan untuk mendukung pengembangan kapabilitas dan keahlian tenaga kerja lokal.
Selain Danantara, perusahaan migas nasional PT Energi Mega Persada Tbk juga berinvestasi di HighPeak Energy sebesar US$200 juta atau setara Rp3,6 triliun, dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. ENRG berharap investasi tersebut dapat membuka peluang sinergi dalam pengembangan keterampilan dan pengetahuan terkait teknologi terbaru yang digunakan di industri hulu migas Amerika Serikat.
