Mengenal Permian Basin, Sumber Minyak Terbesar AS yang Dilirik Danantara
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Permian Basin atau Cekungan Permian bukan sekadar wilayah penghasil migas biasa. Cekungan yang berada di Texas Barat dan New Mexico Tenggara, Amerika Serikat (AS), ini mencakup sekitar 220.000 km2 dan menyumbang sekitar 48% produksi minyak mentah AS.
Besarnya produksi dan potensi cadangan tersebut menjadi salah satu pertimbangan Danantara Investment Management (DIM) menggelontorkan US$ 250 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun ke HighPeak Energy Inc., yaitu perusahaan yang mengembangkan cadangan migas di Midland Basin.
Baca Juga
Danantara Gelontorkan US$ 250 Juta ke HighPeak (HPK), Bidik Ladang Migas Raksasa AS
Permian Basin terdiri atas lima sub-wilayah, yakni Cekungan Midland, Central Basin Platform, Cekungan Delaware, Northwest Shelf, dan Eastern Shelf. Besarnya potensi cukungan ini juga tercermin dari cadangan minyak yang masih tersedia. Mengacu data IHS Markit Ltd., wilayah tersebut masih menyimpan sekitar 60-70 miliar barel minyak yang belum diekstraksi.
Sementara itu, data Energy Information Administration (EIA) AS menunjukkan produksi minyak mentah di Permian Basin mencapai 6,6 juta barel per hari (bpd) pada 2025, meningkat 40% dibandingkan 2021 hanya mencapai 4,7 juta bpd. Produksi gas alam di wilayah tersebut juga meningkat 60% menjadi 27,6 miliar kaki kubik gas per hari (Bcf/d) pada 2025, dibandingkan 17,2 Bcf/d pada 2021.
Di bawah permukaan Permian Basin terdapat banyak lapisan batuan serpih (shale) kaya minyak, antara lain formasi Wolfcamp, Bone Spring, dan Spraberry yang menumpuk secara vertikal pada kedalaman berbeda di lokasi tanah yang sama. Formasi Wolfcamp/Bone Spring menjadi sumber produksi minyak dari batuan serpih terbesar di AS.
Investasi di HighPeak Energy
Besarnya cadangan dan volume produksi Permian Basin menjadi salah satu alasan Danantara Investment Management berinvestasi di HighPeak Energy Inc. HighPeak Energy merupakan perusahaan migas yang sahamnya tercatat di Bursa Nasdaq. Perseroan fokus pada akuisisi, pengembangan, eksplorasi, dan eksploitasi cadangan minyak mentah serta gas alam nonkonvensional di Midland Basin, salah satu bagian dari Permian Basin. Danantara menginvestasikan dana sebesar US$ 250 juta atau setara Rp4,5 triliun, dengan asumsi kurs Rp 18.000 per dolar AS.
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu migas paling maju di dunia membuat investasi tersebut memiliki potensi seiring upaya Danantara membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global.
“Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia. Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi pertukaran keterampilan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat,” kata Pandu dalam keterangan resminya.
Baca Juga
Danantara Jajaki Pendanaan Rp2 Triliun untuk VKTR, Pacu Ekosistem Bus dan Truk Listrik
Dalam laporan keuangan HighPeak untuk kuartal II-2026, perseroan mencatat volume penjualan rata-rata mencapai 45,3 ribu barel setara minyak per hari (MBoe/d), yang terdiri dari 64% minyak mentah dan 83% cairan gas bumi (liquids). Pada kuartal II-2026, HighPeak membukukan laba bersih US$ 82,3 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun, melonjak 214% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 26,2 juta.
Total pendapatan operasional HighPeak mencapai US$ 272,42 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun, meningkat dari US$216,47 juta pada kuartal II-2025. Sebagian besar pendapatan tersebut atau sekitar 96% berasal dari penjualan minyak mentah. Adapun berdasarkan siaran pers HighPeak pada 11 Maret 2026, cadangan minyak perseroan diperkirakan mencapai sekitar 173,9 juta barel setara minyak (MMBOE). Cadangan tersebut terdiri atas sekitar 77,8 MMBOE cadangan terbukti yang belum dikembangkan dan 96,13 MMBOE cadangan terbukti yang telah dikembangkan.
