Dilantik Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil: 90% Investasi Ada di Sektor Energi
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai menteri koordinator (menko) bidang hilirisasi dan transisi energi pada Kamis (1/10/2026). Dalam jabatan barunya, Bahlil tetap merangkap sebagai menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM).
Seusai pelantikan, Bahlil mengatakan posisi tersebut merupakan amanah dan tanggung jawab negara yang akan dijalankannya bersamaan dengan tugas sebagai menteri ESDM.
“Baik teman-teman media, hari ini alhamdulillah kami melakukan pelantikan oleh Bapak Presiden. Khususnya saya, dilantik sebagai menko hilirisasi dan transisi energi sekaligus merangkap jadi menteri ESDM,” kata Bahlil saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga
Reshuffle Kabinet, Prabowo Bakal Lantik Bahlil Jadi Menko Hilirisasi dan Energi
Menurut Bahlil, pemerintah perlu mengonsolidasikan agenda hilirisasi dan transisi energi melalui kemenko baru tersebut untuk mempercepat eksekusi program. Dia mengaitkan mandat itu dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang antara lain memuat agenda hilirisasi dan transisi energi.
“Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi, dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan. Demikian,” ujar Bahlil.
Bahlil mengatakan kantor menko hilirisasi dan transisi energi untuk sementara tetap berada di Kementerian ESDM. Dia menjelaskan keputusan tersebut berkaitan dengan besarnya keterkaitan sektor ESDM dengan agenda hilirisasi.
“Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100%, 90%-nya itu ada di sektor ESDM,” sebut dia.
Pernyataan mengenai dominasi sektor ESDM tersebut sebelumnya juga disampaikan Bahlil dalam pembahasan hilirisasi. Dalam salah satu kesempatan, dia menyebut dari total potensi pengelolaan sumber daya alam sekitar Rp 850 triliun, sekitar 90% berada di sektor ESDM.
Baca Juga
Bahlil Lahadalia Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Punya Harta Kekayaan Rp 337 Miliar
Terkait pembagian kewenangan, Bahlil mengatakan nenko memiliki fungsi koordinasi, sedangkan menteri investasi dan hilirisasi tetap menjalankan fungsi teknis kementerian.
"Kalau menko kan menko saja, menteri koordinator. Sementara menteri investasi dan hilirisasi kan dia menteri teknis. Jadi kementeriannya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi itu ada di dalam koordinasi jemenko. Itu saja kok, biasa ya,” tutur Bahlil.
