Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 16.000 di Tengah Penguatan Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Senin (28/9/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,597 juta atau turun Rp 16.000 dari Sabtu (26/9/2026) Rp 2,613 juta per gram setelah kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih akan menaikkan suku bunga.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,422 juta atau turun Rp 16.000 dari sebelumnya Rp 2,438 juta.
Pergerakan emas Antam di tengah emas dunia yang turun pada Senin (28/9/2026). Harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 4.254,77 per ons. Harga kontrak berjangka emas AS ikut turun 0,7% menjadi US$ 4.289,70 per ons.
Pada saat yang sama, harga minyak naik lebih dari 1% setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik.
Baca Juga
Nikel dan Emas Dorong Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Laba US$ 102 Juta
Iran sebelumnya menyatakan bahwa diplomasi menjadi satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik dengan AS dan Israel. Ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia, membuat pasar kembali memperhatikan risiko pasokan energi.
The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada awal September sehingga kisaran target Federal Funds Rate menjadi 3,75%-4%. Perubahan tersebut menjadi kenaikan suku bunga pertama dalam tiga tahun dan diikuti sinyal bahwa pengetatan kebijakan moneter masih dapat berlanjut.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Oktober mencapai 66% pada Senin. Angka tersebut menunjukkan pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat di tengah tekanan inflasi.
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mengatakan pada Jumat (25/9/2026) bahwa inflasi yang terus tinggi berisiko membuat masyarakat Amerika menerima kenaikan harga sebagai kondisi normal. Ia mengatakan bank sentral tidak dapat membiarkan kondisi tersebut berlangsung.
Sebuah survei menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah dalam empat bulan pada September karena kekhawatiran bahwa inflasi akan mengurangi daya beli rumah tangga.
Kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS juga menambah tekanan terhadap emas. Pada pekan sebelumnya, imbal hasil Treasury AS berada di level tinggi dan membuat investor menghitung kembali daya tarik aset yang tidak menghasilkan bunga.
Baca Juga
Harga Emas Stabil di US$ 4.280, Pasar Cermati Sinyal The Fed
Di pasar valuta asing, dolar AS juga bergerak mendekati level tertinggi dua bulan. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Daftar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,348 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,597 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,134 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,676 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,760 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,465 juta
- Emas 25 gram: Rp 63,537 juta
- Emas 50 gram: Rp 126,995 juta
- Emas 100 gram: Rp 253,912 juta
- Emas 250 gram: Rp 634,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,268,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,537,600 miliar.
