Pemerintah Maksimalkan Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Percepat Pertumbuhan UMKM
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melakukan sejumlah langkah untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk melindungi dan mempercepat akselerasi pertumbuhan UMKM.
"Jadi akan ada banyak action untuk arahnya kesana (pertumbuhan ekonomi)," ungkap Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Siti Azizah kepada investortrust.iddi sela acara Indonesia Economic Forum, di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Dia mengatakan pemerintah melalui Kemenkop UKM akan memanfaatkan teknologi digital untuk melindungi dan mempercepat akselerasi pertumbuhan UMKM.
Siti Azizah mengaku Kemenkop UKM akan memaksimalkan platform Entrepreneur Hub agar para pelaku UMKM mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan.
Baca Juga
Digitalisasi UMKM Lamban Jadi Penyebab Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Target
"Mereka bisa berkolaborasi juga dengan entrepreneur lain. Dia bisa juga lihat program-program mitra kita apa, program kementerian/lembaga lain apa, dan dia juga bisa melihat insentif apa yang mereka berikan dan sebagainya," ungkap Azizah.
Lebih jauh Azizah menyebut Entrepreneur Hub sebagai sebuah platform super app."Lebih ke matching informasi. Tapi tidak ada jual beli. Baru Agustus kemarin launching," jelasnya.
Kemenkop UKM menargetkan pada tahun 2024dapat membantu 1 juta pelaku UMKM baru melalui platform Entrepreneur Hub.
Meski pemerintah telah memiliki platform pasar digital atau PaDi, Azizah menyebut terdapat perbedaan di antara keduanya.
Baca Juga
Pemerintah Dukung Pemberdayaan UMKM dalam Ekosistem Kendaraan Listrik
"Kalau PaDi itu kan platform untuk pembelian produk-produk UMKM bersama oleh BUMN. Kalau Entrepreneur Hub itu sama sekali bukan platform jualan," ujar Azizah.
Menurut dia, salah satu tantangan yang tengah dihadapi oleh pelaku UMKM adalah persaingan dengan produk impor. Hal ini yang tengah diatasi oleh pemerintah.
"Kita melihatnya seperti Pak Menteri yang selalu sampaikan bahwa memang produk kita sekarang ini sedang mengalami cobaan karena masuknya produk-produk impor," katanya.
Baca Juga
Lebih lanjut, Siti Azizah berucap pemerintah sedang melakukan penataan ulang terhadap masalah tersebut.
"Pemerintah sudah melakukan Revisi Permendag yang kemarin keluar, kemudian juga nanti akan dilihat tata cara untuk importasi dan sebagainya," tambah Azizah.(CR-1)

