Bos Danantara Siap Bahas Skema Setoran Dividen dengan Menkeu Suahasil
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengatakan pihaknya siap berkoordinasi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara untuk membahas skema setoran dividen Danantara kepada kas negara.
Rosan mengatakan pembahasan dengan Kementerian Keuangan akan dilakukan dalam waktu dekat. Menurut dia, pihaknya akan membicarakan seluruh aspek terkait setoran dividen bersama Menkeu Suahasil.
“Nanti kita akan bicara semua lah ya. Tapi ini kan baru, nanti kita akan bicara dengan Kementerian Keuangan dengan Pak Menkeu pada minggu ini saya kira,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Meski demikian, Rosan belum dapat memastikan skema pembagian dividen yang akan diterapkan. Ia menyebut pembahasan mengenai hal tersebut sebelumnya telah dilakukan bersama Menteri Keuangan sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga
Danantara Mau Kuasai 40% Saham BEI? Ini Dampaknya ke Pemegang Saham
Rosan mengatakan pihaknya masih perlu melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan skema setoran dividen Danantara kepada negara.
Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan akan menggali sumber-sumber Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. PNBP pada APBN 2027 ditargetkan Rp 517,4 triliun atau 10% lebih rendah dari outlook APBN 2026 yang sebesar Rp 575,1 triliun. Danantara menurut Purbaya merupakan salah satu sumber yang bisa memberikan setoran Pendapatan Negara Bukan Pajak.
“Kita masih punya sumber-sumber lain yang bisa kita manfaatkan sebagai sumber pemasukan baru. Salah satu yang agak kelihatan dari jauh, kelihatannya Danantara tuh,” kata Purbaya saat mengikuti Sarasehan 100 Ekonom yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Rencananya, Purbaya akan memasukkan keuntungan yang diperoleh BPI Danantara sebagai PNBP. Akan tetapi, proses tersebut belum mencapai kesepakatan meski telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita akan masukin ke PNBP itu walaupun mereka (Danantara) masih protes, tapi perintah Bapak Presiden, sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah. Jadi kita aman, ruang fiskal tetap terjaga,” kata dia.
