Ekonomi Digital Tumbuh Pesat, Lintasarta Gandeng Starlink Perkuat Konektivitas di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Lintasarta terus memperkuat infrastruktur digital Indonesia melalui kolaborasi dengan Starlink, lewat layanan internet satelit Low Earth Orbit (LEO) dari SpaceX. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan bisnis yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.
Penguatan kolaborasi merupakan lanjutan dari pertemuan jajaran pimpinan Lintasarta dan Starlink di sela BATIC 2026 di Bali, bulan lalu. Kedua pihak mengeksplorasi integrasi teknologi satelit dan jaringan terestrial agar perusahaan dapat memperoleh akses jaringan yang andal sesuai karakteristik lokasi operasionalnya.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan mengatakan, perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) mendorong kebutuhan konektivitas yang semakin besar dan kompleks. “Di era digital dan AI saat ini, konektivitas menjadi fondasi yang menghubungkan berbagai aktivitas bisnis,” ujar Armand dalam keterangan resmi, Senin (15/9/2026).
Menurut Armand, infrastruktur digital perlu memiliki jangkauan luas, ketahanan tinggi, dan kapasitas untuk berkembang mengikuti perubahan kebutuhan. Kolaborasi ini juga dinilai dapat membantu perusahaan merespons tantangan geografis sekaligus memperluas pilihan solusi bagi perusahaan di Indonesia.
Baca Juga
Gunakan DWDM, InfraNexia dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan-Batam-Padang
Starlink diketahui menggunakan konstelasi satelit LEO untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi dengan latensi rendah. Teknologi ini melengkapi jaringan terestrial, termasuk di area yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, sehingga dapat mendukung operasional, layanan digital, dan komunikasi bisnis perusahaan.
Integrasi kedua teknologi itu memungkinkan perusahaan menghubungkan kantor, fasilitas operasional, dan lokasi kerja yang berada jauh dari pusat jaringan. Dengan pendekatan ini, kebutuhan akses cloud, aplikasi digital, dan teknologi AI dapat dilayani secara lebih konsisten di berbagai lokasi.
Sebagai pengingat, kolaborasi Lintasarta dan Starlink telah berjalan sejak 2024 untuk mendukung segmen enterprise di Indonesia. Seiring meningkatnya kebutuhan digital, kedua perusahaan terus mengeksplorasi pengembangan solusi bagi wilayah dan sektor usaha yang memerlukan dukungan jaringan tambahan.
Penguatan kolaborasi ini pun menjadi bagian dari strategi Beyond Infrastructure Lintasarta untuk mengembangkan layanan dari sekadar konektivitas menuju fondasi digital yang lebih terintegrasi. Dalam strategi ini, Lintasarta mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) melalui Intelligent Core untuk mendukung transformasi digital pelanggan.
Global Supply Manager Starlink, Jonathan Harrison mengatakan, kombinasi teknologi kedua perusahaan membuka peluang untuk memperkuat layanan bagi pelanggan. “Dengan menggabungkan teknologi Starlink dan kapabilitas infrastruktur Lintasarta, kami melihat peluang untuk menghadirkan konektivitas yang lebih kuat, fleksibel, dan scalable bagi pelanggan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem digital Indonesia,” tutupnya.
