XLSmart (EXCL) Bangun Kabel Laut 8.000 Km, Tembus Sampai Jepang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membangun sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Candle Cable System sepanjang sekitar 8.000 kilometer. Infrastruktur ini nantinya menghubungkan Indonesia dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, hingga Jepang dan ditargetkan beroperasi pada 2028.
Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono mengatakan, Candle merupakan investasi untuk mengantisipasi kebutuhan konektivitas jangka panjang.
“Candle merupakan investasi strategis untuk mempersiapkan kebutuhan konektivitas Indonesia dalam jangka panjang,” kata Andrijanto dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2026).
Baca Juga
InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Perkuat Jaringan Nasional
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi digital akan membutuhkan kapasitas jaringan yang semakin besar dan akses lebih luas ke jaringan global. Infrastruktur itu diharapkan membuka akses lebih besar bagi dunia usaha Indonesia untuk terhubung dengan ekosistem digital regional.
Sekadar informasi, Candle dikembangkan XLSmart dengan Meta, Globe Telecom, IPS Inc., Telekom Malaysia, dan SoftBank Japan. NEC menjadi mitra teknologi dalam pembangunan sistem kabel laut yang menghubungkan sejumlah negara di Asia tersebut.
Sementara, lokasi Tanjung Bemban dipilih sebagai salah satu titik pendaratan karena posisi Batam yang strategis bagi pengembangan ekosistem digital. Wilayah tersebut menjadi hub bagi sejumlah hyperscaler dan perusahaan telekomunikasi serta memiliki potensi pengembangan data center.
Jaringan Candle nantinya juga menghubungkan data center di Batam dengan negara-negara yang berada di sepanjang rute kabel. Konektivitas berkapasitas tinggi ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan enterprise, termasuk pertumbuhan cloud, artificial intelligence (AI), dan layanan digital.
Andrijanto mengatakan konektivitas tersebut akan memberikan pilihan baru bagi pelanggan enterprise.
“Bagi pelanggan enterprise, Candle memberikan pilihan konektivitas internasional yang lebih luas, berkapasitas tinggi, reliable, dan scalable,” sambungnya.
Baca Juga
Capex XLSmart (EXCL) Naik Jadi Rp 20 Triliun, Target 5G Diperluas ke 101 Kota
Entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren itu juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dalam pembangunan proyek tersebut. Proses perizinan masih berjalan untuk memastikan pelaksanaan Candle sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Bagi Batam, kehadiran landing point Candle berpotensi memperkuat posisi wilayah tersebut dalam ekosistem digital regional. Andrijanto menegaskan pembangunan Candle tidak hanya ditujukan untuk menambah jalur konektivitas.
“Candle bukan hanya tentang membangun jalur konektivitas baru, tetapi membuka akses yang lebih luas bagi Indonesia ke ekosistem digital regional,” katanya.
