Transnusa Buka Rute Internasional Lampung-Kuala Lumpur, Ini Tarifnya
JAKARTA, investortrust.id - PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi membuka penerbangan perdana rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta (CGK) - Bandara Internasional Raden Inten II, Lampung (TKG) dan Bandara Internasional Raden Inten II, Lampung (TKG) - Bandara Internasional Kuala Lumpur (KUL) pada 24 Agustus 2026.
Pembukaan kedua rute tersebut memperluas konektivitas dari Bandara Internasional Radin Inten II sekaligus menghadirkan kembali layanan penerbangan internasional reguler dari Lampung.
Baca Juga
Pelita Air dan TransNusa Berminat Masuk Bandara Rendani Manokwari Usai Runway Diperpanjang
"Pembukaan rute ini merupakan salah satu jaringan yang penting bagi kami di Sumatra. Lampung memiliki populasi sekitar 9,5 juta jiwa dan potensi yang cukup besar, baik untuk perjalanan bisnis maupun pariwisata. Kami melihat ada peluang yang kuat untuk menghubungkan masyarakat Lampung dengan Malaysia, sekaligus membawa lebih banyak wisatawan dari Malaysia untuk mengenal Lampung," kata Group CEO Transnusa, Datuk Bernard Francis dalam keterangannya, dikutip Kamis (27/8/2026).
Adapun tarif khusus untuk kedua rute tersebut. Harga tiket Jakarta-Lampung mulai Rp 699.000, Lampung-Kuala Lumpur mulai Rp 1,599 juta dan Kuala Lumpur-Lampung mulai MYR 399 atau Rp 1,759 juta (asumsi kurs Rp 4.410,06 per MYR).
Transnusa sebelumnya telah mengoperasikan penerbangan charter dari Lampung. Kini, perusahaan menyediakan penerbangan reguler setiap hari untuk rute Lampung-Kuala Lumpur.
Bernard menyampaikan, pasar rute tersebut tidak hanya berasal dari sektor pariwisata, tetapi juga bisnis, perdagangan, mobilitas tenaga kerja, layanan kesehatan, hingga kebutuhan perjalanan umrah.
"Market-nya bukan hanya pariwisata. Ada bisnis, hubungan antara pemerintah dan masyarakat, manpower supply untuk pekerjaan di Malaysia, halal business, sampai medical tourism. Kami juga melihat, perjalanan untuk kebutuhan medis dari Lampung juga sudah ada ke Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur. Dengan penerbangan langsung, aksesnya menjadi lebih dekat dan mudah," jelas dia.
Menurut Bernard, rute Jakarta-Lampung memiliki frekuensi hingga tiga kali sehari dengan waktu tempuh sekitar 45-60 menit.
Jakarta juga menjadi titik lanjutan bagi masyarakat Lampung menuju sejumlah destinasi domestik yang dilayani Transnusa, seperti Yogyakarta, Denpasar, Lombok, dan Singkawang. Selain itu, terdapat akses menuju sejumlah destinasi internasional, termasuk Singapura, Guangzhou, dan Bangkok.
Sementara itu, Direktur Utama Transnusa Bayu Sutanto mengungkapkan, pembukaan kedua rute tersebut merupakan bagian dari visi perusahaan untuk menghubungkan kota-kota besar, kota regional, dan destinasi wisata di berbagai wilayah.
"Ini adalah bagian dari visi kita untuk membuat konektivitas di kota-kota besar, kecil, dan juga destinasi wisata di seluruh Nusantara. Kita tidak hanya menghubungkan Jakarta-Lampung semata, tetapi juga membuka konektivitas Lampung ke tujuan luar negeri, yaitu Kuala Lumpur. Kita harapkan penerbangan ini akan terus berlanjut dan pada saatnya dapat ditambah frekuensinya sesuai dengan permintaan pengguna," ujar Bayu.
Baca Juga
TransNusa Buka 2 Rute Baru dari Lampung, Hubungkan Radin Inten II ke Jakarta dan Kuala Lumpur
Untuk melayani kedua rute tersebut, Transnusa mengoperasikan COMAC C909 dengan kapasitas 95 penumpang.
Menurut Bernard, penggunaan pesawat tersebut disesuaikan dengan karakteristik rute dan estimasi permintaan pada tahap awal.
"Untuk rute baru seperti ini, kalau kita memulainya dengan sekitar 50% load factor, itu sudah menjadi awal yang baik. Kami berharap dalam tiga sampai enam bulan bisa meningkat lebih dari 70%. Kalau potensi Lampung terus berkembang, kami tentu bisa menyesuaikan kapasitas maupun frekuensinya," ucap dia.
