DSI Resmi Umumkan Jajaran Komisaris dan Direksi, Luke Thomas Mahony Jadi Direktur Utama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mengumumkan susunan jajaran komisaris dan direksi yang akan menjalankan operasional perusahaan dalam memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) strategis nasional.
Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony mengatakan, perusahaan dibentuk untuk mengawasi sekaligus memfasilitasi tata kelola ekspor SDA strategis agar berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Menurut dia, salah satu fokus utama DSI adalah mencegah praktik manipulasi harga dalam transaksi ekspor, seperti under invoicing dan transfer pricing.
“Tujuannya adalah mengawasi dan memfasilitasi tata kelola ekspor sumber daya alam strategis agar tidak terjadi praktik manipulasi harga seperti under invoicing dan transfer pricing,” ujar Luke dalam acara Peluncuran Babak Baru Tata Kelola Ekspor SDA di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Luke memperkenalkan jajaran komisaris dan direksi yang akan mendampinginya dalam menjalankan mandat DSI.
Posisi Presiden Komisaris DSI dijabat oleh M Syaifurrahman Noer. Ia memiliki pengalaman di sektor industri pertahanan dan kedirgantaraan, termasuk pernah menjabat sebagai Production Development Engineer di Madrid, Spanyol, serta Direktur IPTN untuk program CN-235 di Bandung.
Syaifurrahman juga pernah menduduki posisi di IPTN North America, Seattle, Amerika Serikat, serta menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Indonesian Defence Security and Technology. Ia dikenal sebagai salah satu pemimpin senior di bidang industri kedirgantaraan dan pertahanan.
Sementara itu, posisi komisaris diisi oleh Mari Elka Pangestu, Tony Wenas, dan Harold Tjiptadjaja.
Mari Elka Pangestu memiliki pengalaman panjang di sektor pemerintahan dan pembangunan ekonomi. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan periode 2004-2011, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014, serta Managing Director of Development Policy and Partnerships di Bank Dunia pada periode 2020-2023.
Baca Juga
Tony Wenas, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, ditunjuk sebagai komisaris DSI. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam kepemimpinan perusahaan di berbagai sektor, khususnya pertambangan.
Sementara Harold Tjiptadjaja membawa pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang investasi, merger dan akuisisi (merger and acquisition/M&A), project finance, serta restrukturisasi korporasi. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Senior Director Strategic Unit/Transaction & Strategy Support di Danantara Indonesia, Managing Director Investment Banking di Mandiri Sekuritas, serta Chief Investment Officer dan Managing Director di Indonesia Infrastructure Finance (IIF).
Untuk jajaran direksi, Luke Thomas Mahony ditetapkan sebagai Direktur Utama DSI. Luke merupakan warga negara Australia yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia.
Posisi Direktur Keuangan dipercayakan kepada Sinthya Roesly. Ia memiliki pengalaman di sektor keuangan dan pembiayaan infrastruktur, termasuk pernah memimpin PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (IIGF/PII) periode 2009-2017, menjabat Chairperson and CEO Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) periode 2017-2019, serta pernah menjadi Direktur Keuangan PT PLN (Persero).
Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko dijabat Nur Hidayat Udin. Ia memiliki pengalaman selama 28 tahun di Bank Mandiri dan sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President Wholesale Risk. Nur Hidayat juga pernah menduduki posisi Director of Risk Management and HSSE di MIND ID.
Adapun posisi Direktur Legal dan Kepatuhan dipercayakan kepada Ivan Ferdiansyah Baely. Ivan memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang hukum, baik di sektor swasta, pemerintahan, maupun konsultasi.
Ia pernah berkarier di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (IBRA) serta dikenal sebagai Senior Corporate Lawyer dan Managing Partner di IABF Law Firm.
Dengan susunan pengurus baru tersebut, DSI akan menjalankan mandat penguatan tata kelola ekspor komoditas SDA strategis melalui integrasi data, pengawasan transaksi, serta peningkatan transparansi perdagangan internasional.
