Kemenekraf Dorong Talenta Teknologi Baru di Indonesia Tembus Pasar Asia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong talenta teknologi Indonesia memperluas akses ke ekosistem teknologi Asia. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan ShardLab.Ltd dalam Final Demo Day Protocol Camp Cohort 9 di Bali.
Menteri Ekraf (Menekraf), Teuku Riefky Harsya mengatakan, penguatan subsektor Teknologi Baru penting untuk meningkatkan daya saing talenta Web3 dan blockchain Indonesia. Kolaborasi lintas negara dinilai dapat memperkuat kapasitas Indonesia sebagai penghasil inovasi dan produk teknologi.
"Kami ingin semakin banyak founder, developer, creator, dan entrepreneur Indonesia yang membangun solusi berkelas dunia serta membawa kekayaan intelektual dari tingkat lokal menjadi juara nasional dan mampu bersaing ke pasar global,” tegas Menekraf dalam keterangan resmi, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, penguatan talenta digital sejalan dengan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045. Subsektor Teknologi Baru mencakup blockchain, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), cybersecurity, robotika, semikonduktor, hingga komputasi kuantum.
“Teknologi baru seperti blockchain dan AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi pendukung, tetapi sebagai bagian dari perkembangan ekosistem ekonomi kreatif yang dapat menciptakan nilai ekonomi baru. Maka, kita perlu memastikan Indonesia memiliki talenta yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu membangun produk, menciptakan kekayaan intelektual, dan mengembangkan bisnis yang kompetitif,” tambah Riefky.
Sekadar informasi, Final Demo Day Protocol Camp Cohort 9 menghadirkan 10 tim builder dari sejumlah negara Asia untuk mempresentasikan produk yang dikembangkan selama program. Enam talenta Indonesia turut ambil bagian dalam cohort yang menjadi batch ketiga dengan cakupan program di tingkat Asia.
Baca Juga
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf Muhammad Neil El Himam mengatakan perkembangan blockchain dan AI semakin dekat dengan aktivitas ekonomi.
“Perkembangan blockchain dan AI menunjukkan bahwa teknologi baru semakin dekat dengan kehidupan dan aktivitas ekonomi di Indonesia. Karena itu, fokus kita tidak boleh berhenti pada teknologinya, tetapi pada bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi produk, model bisnis, dan solusi yang memberikan dampak nyata serta menciptakan nilai tambah bagi ekonomi kreatif,” ujarnya.
Protocol Camp 2026 merupakan program bootcamp dan mentorship selama 12 minggu yang mempertemukan builder dari berbagai negara di Asia. Sebelumnya, Cohort 9 telah melewati tahap Mid Demo di Seoul pada Juli 2026 sebelum mengikuti Final Demo Day di Bali.
Salah satu tim Indonesia yang tampil adalah Serenade Data. Tim tersebut mengembangkan platform literasi keuangan untuk anak berbasis gamification melalui simulasi yang memperkenalkan konsep menabung dan investasi secara interaktif.
