PT KCI Bongkar Nasib KRL Lintas Nambo, Diputus Citayam atau Tetap ke Jakarta?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) masih mengevaluasi pola operasional KRL lintas Nambo menyusul rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang akan melakukan terminasi perjalanan Nambo di Stasiun Citayam.
Direktur Utama KCI, Purnomosidi menyatakan, evaluasi tersebut dilakukan menjelang pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) baru yang diberlakukan mulai 1 November 2026.
"Kita sedang mengevaluasi, kan kebetulan nanti 1 November (2026) rencana kan ada pemberlakuan Gapeka baru. Jadi apakah nanti, ini masih kita hitung ya, kita analisis dengan teman-teman kantor pusat (PT KAI)," kata Purnomosidi saat ditemui Commuter Hall Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).
Dia menyampaikan, terdapat sejumlah opsi yang sedang dikaji untuk pola operasional KRL lintas Nambo. Salah satunya menjadikan perjalanan Nambo sebagai kereta feeder menuju Stasiun Citayam, sehingga penumpang melanjutkan perjalanan menggunakan KRL dari Bogor.
Baca Juga
Meriahkan HUT ke-81 RI, KAI Commuter Rilis Ribuan KMT Tematik Edisi Khusus
"Apakah nanti hanya rute feeder Nambo-Depok atau Nambo-Citayam gitu ya, kemudian nanti mereka akan ikut kereta dari Bogor. Atau ada sebagian yang feeder tapi sebagian lagi yang langsung dari Nambo ke Jakarta Kota," terang Purnomosidi.
Dikatakan Purnomosidi, keputusan tersebut akan ditentukan berdasarkan efisiensi dan kapasitas angkut penumpang. "Kita lagi hitung mana nilai efisiensinya dan nilai daya angkutnya lebih banyak," tandasnya.
Selain pola perjalanan, KCI juga tengah mengevaluasi waktu tunggu atau headway KRL lintas Nambo. Saat ini, headway perjalanan di lintas tersebut kurang lebih satu jam. Pihaknya berupaya memperpendek headway menjadi sekitar 30 menit dengan melakukan perbaikan pada peron di Stasiun Cibinong.
"Termasuk kita sedang cek agar headway-nya bisa pendek, kan sekarang 1 jam-an, bisa 30 menit itu. Kita lagi coba perbaiki peron yang ada di Stasiun Cibinong," ungkapnya.
Dia menjelaskan, apabila Stasiun Cibinong dapat menerima opsi dua jalur tersebut, headway perjalanan Nambo-Depok maupun Depok-Citayam dapat dipangkas menjadi sekitar 30 menit.
Purnomosidi menekankan, pola operasional KRL lintas Nambo akan mengikuti rencana yang telah disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. Namun, pilihan akhir mengenai pola feeder atau sebagian perjalanan langsung ke Jakarta Kota masih dalam tahap kajian.
"Nanti pilihannya apa, apakah feeder-feeder saja penumpangnya nanti ikut yang dari Bogor, atau nanti ada sebagian yang feeder sebagian yang ikut langsung ke Jakarta Kota. Mana nanti yang nilai efisiensi dan nilai angkutnya lebih banyak," kata Purnomosidi menambahkan.
Sebelumnya, PT KAI berencana mengubah pola operasional kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line Nambo mulai 2027. KRL lintas Nambo yang saat ini melayani perjalanan hingga Stasiun Jakarta Kota akan diterminasi di Stasiun Citayam.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyatakan, perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas perjalanan di lintas Bogor. Menurut dia, KAI telah merencanakan agar perjalanan KRL lintas Nambo hanya sampai Stasiun Citayam mulai tahun depan.
Bobby menambahkan, perubahan tersebut juga akan menjadikan Stasiun Citayam sebagai pusat perpindahan penumpang di wilayah selatan Jabodetabek.
Rencana tersebut mendapat tanggapan dari pengguna KRL lintas Nambo. Meilina (24), seorang jurnalis yang sehari-hari menggunakan KRL dari Stasiun Cibinong, mengatakan saat ini frekuensi perjalanan KRL lintas Nambo masih terbatas.
"KRL Nambo itu 45 menit sekali, kadang telat kadang lebih cepat. Jadi perhitungan soal waktu keberangkatan kereta itu ngaruh banget. Kalau telat atau kelewat jadi harus nunggu kereta berikutnya sekitar 30 menitan," katanya kepada investortrust.id, di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Dikatakan Meilina, jika perjalanan KRL hanya sampai Stasiun Citayam, penumpang tujuan Jakarta harus memperhitungkan waktu transit dan berpindah peron.
Ia menilai mayoritas pengguna KRL lintas Nambo merupakan pekerja yang beraktivitas di Jakarta. "Kayaknya pengguna Nambo itu rata-rata kerja di Jakarta. Belum pernah dengar yang naik kereta harian ke arah Bogor," imbuh Meilina.
Baca Juga
KAI Berencana Terminasi KRL Nambo di Citayam Mulai 2027, Penumpang Keluhkan Ini
Senada, pekerja swasta, Adilia Isti (24), mengaku tidak setuju apabila penumpang KRL lintas Nambo diwajibkan transit di Stasiun Citayam untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
"Kalau sebagai pengguna mah males banget kudu transit di Citayam kalau mau ke Jakarta. Orang dari Cibinong atau Nambo naik KRL kebanyakan tujuannya Jakarta," ketusnya.
Ia juga menyoroti terbatasnya jumlah perjalanan KRL lintas Nambo pada jam sibuk pagi hari. "Kalau ada orang yang sehari-hari berangkat kerja pakai KRL dan di antara jam 05.00-08.00 WIB itu cuma ada empat kereta yang berangkat, kayaknya PR banget. Kalau ketinggalan harus nunggu sejam. Jadi nggak setuju kalau rutenya dialihkan ke arah Bogor. Transit kan jadi tambah lama lagi nunggunya," pungkas Adilia.

