KAI Berencana Terminasi KRL Nambo di Citayam Mulai 2027, Penumpang Keluhkan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana mengubah pola operasional kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line Nambo mulai 2027. KRL lintas Nambo yang saat ini melayani perjalanan hingga Stasiun Jakarta Kota akan diterminasi di Stasiun Citayam.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyatakan, perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas perjalanan di lintas Bogor.
"Nambo Line itu sekarang headway-nya 1 jam. Kenapa? Satu, dia single track. Yang kedua, kereta Nambo Line itu sampai ke Jakarta Kota," katanya dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta di KA Nusantara Eksplorer, Rabu (8/7/2026).
Menurut dia, KAI telah merencanakan agar perjalanan KRL lintas Nambo hanya sampai Stasiun Citayam mulai tahun depan. "Ini sudah kita rencanakan juga, ini di tahun depan. Nanti Nambo Line itu akan kita terminasi di Citayam sehingga, slot yang dari Nambo Line, kita bisa pakai untuk yang arah selatan, ke arah Bogor Line. Itu 22 slot (kereta), semuanya SF12," jelas Bobby.
Baca Juga
Stasiun JIS Mulai Beroperasi dengan Tarif KRL Khusus Rp 1 hingga 28 Juni
Bobby menambahkan, perubahan tersebut juga akan menjadikan Stasiun Citayam sebagai pusat perpindahan penumpang di wilayah selatan Jabodetabek. "Kalau sekarang itu kan point-to-point. Jadi, Citayam itu akan menjadi hub expo di Selatan," ucapnya.
Rencana tersebut mendapat tanggapan dari pengguna KRL lintas Nambo. Meilina (24), seorang jurnalis yang sehari-hari menggunakan KRL dari Stasiun Cibinong, mengatakan saat ini frekuensi perjalanan KRL lintas Nambo masih terbatas.
"KRL Nambo itu 45 menit sekali, kadang telat kadang lebih cepat. Jadi perhitungan soal waktu keberangkatan kereta itu ngaruh banget. Kalau telat atau kelewat jadi harus nunggu kereta berikutnya sekitar 30 menitan," katanya kepada investortrust.id, di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Menurut Meilina, jika perjalanan KRL hanya sampai Stasiun Citayam, penumpang tujuan Jakarta harus memperhitungkan waktu transit dan berpindah peron.
"Kalau jadi ke arah Bogor dan ke arah Citayam, jujur males. Jadi harus hitung jam keberangkatan kereta, terus hitung jam kereta transit di Citayam. Di Citayam itu arah Bogor dan Jakarta kan beda peron, jadi harus naik turun tangga buat pindah peron juga. Nggak efektif," tuturnya.
Ia menilai mayoritas pengguna KRL lintas Nambo merupakan pekerja yang beraktivitas di Jakarta. "Kayaknya pengguna Nambo itu rata-rata kerja di Jakarta. Belum pernah dengar yang naik kereta harian ke arah Bogor," imbuhnya.
Baca Juga
Senada, pekerja swasta, Adilia Isti (24), mengaku tidak setuju apabila penumpang KRL lintas Nambo diwajibkan transit di Stasiun Citayam untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
"Kalau sebagai pengguna mah males banget kudu transit di Citayam kalau mau ke Jakarta. Orang dari Cibinong atau Nambo naik KRL kebanyakan tujuannya Jakarta," ketusnya.
Ia juga menyoroti terbatasnya jumlah perjalanan KRL lintas Nambo pada jam sibuk pagi hari. "Kalau ada orang yang sehari-hari berangkat kerja pakai KRL dan di antara jam 05.00-08.00 WIB itu cuma ada empat kereta yang berangkat, kayaknya PR banget. Kalau ketinggalan harus nunggu sejam. Jadi nggak setuju kalau rutenya dialihkan ke arah Bogor. Transit kan jadi tambah lama lagi nunggunya," kata Adilia.

