KRL Baru dari Inka Molor, KAI Commuter Ungkap Ada Denda dan Penalti
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengungkap perkembangan pengadaan dan retrofit rangkaian kereta rel listrik (KRL) yang dikerjakan PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka.
Direktur Utama KAI Commuter, M Purnomosidi menyatakan, proses retrofit dua trainset KRL hingga kini masih berlangsung. Ia menyebut terdapat sejumlah kendala dalam pengerjaan yang dilakukan INKA.
“Retrofit itu yang kita lakukan kan sekarang ada dua ya, dua trainset yang kita kerjakan dengan teman-teman Inka. Nah sekarang ini sebenarnya kami terus memantau update-nya, memang ada beberapa kendala teman-teman Inka,” kata Purnomosidi saat ditemui di Commuter Hall Stasiun Juanda KAI Commuter, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).
Menurut Purnomosidi, KAI Commuter terus memantau perkembangan pengerjaan tersebut. Namun, dia menyerahkan penjelasan mengenai kendala penyelesaian dan pengiriman dua trainset itu secara rinci kepada INKA.
“Tapi yang jelas sampai sekarang masih terus berproses ya. Kenapa kok lama gitu mungkin ya, karena ya nanti detailnya teman-teman Inka lah yang bisa menjelaskan. Tapi sekarang ini masih terus berprogres,” ujarnya.
Baca Juga
Meriahkan HUT ke-81 RI, KAI Commuter Rilis Ribuan KMT Tematik Edisi Khusus
Di tengah proses tersebut, KAI Commuter memastikan terdapat konsekuensi kontraktual apabila target yang telah disepakati tidak terpenuhi. “Komplain pasti, denda pasti, penalti pastilah kan begitu ya. Karena kan kita jaga governance-nya ya. Ada kontrak berarti kalau ada yang nggak dipenuhi ya penaltinya pasti kita akan lakukan,” tegas Purnomosidi.
Selain dua trainset yang menjalani retrofit, kata Purnomosidi, KAI Commuter juga masih menunggu kedatangan sembilan trainset baru dari Inka.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda sebelumnya menargetkan penyelesaian retrofit dua rangkaian kereta (trainset) KRL alias commuterline secara bertahap hingga 2027.
“Kalau untuk retrofit kan memang kita ada dua trainset. Dua trainset ini ditargetkan satu trainset selesai pada 2026, satu trainset lagi di 2027,” ungkap Karina saat ditemui di Stasiun BNI City, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Ia menyebut rangkaian hasil retrofit akan kembali menjadi stamformasi 12 gerbong (SF 12). Pengoperasiannya akan menyesuaikan dengan lintas yang infrastrukturnya telah mendukung.
Menurut Karina, lintas yang berpotensi mengakomodasi pengoperasian dua trainset tersebut, antara lain Bogor Line dan Cikarang Line. Namun, tidak menutup kemungkinan rangkaian tersebut juga akan dioperasikan di lintas lain setelah kesiapan infrastruktur terpenuhi.
“Karena dia kembali jadi retrofit-nya SF 12, kita akan operasikan pada lintas pelayanan yang memang secara prasarana atau infrastrukturnya memungkinkan. Tapi pada saatnya nanti line yang lain dapat mengakomodir, maka kita akan mengoperasikan juga di situ,” jelas Karina.
Baca Juga
KAI Commuter Siagakan Kereta Tambahan Antisipasi Penumpukan Penumpang HUT RI
PT Inka tengah me-retrofit dua rangkaian KRL untuk memenuhi kontrak kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Nantinya, dua trainset tersebut memiliki 12 gerbong kereta dengan peningkatan usia pakai kereta hingga 10 tahun, meningkatkan efisiensi operasional, mengganti komponen penggerak menjadi lebih modern, serta memperbarui interior dan airconditioner (AC) demi kenyamanan pengguna commuterline.
Selain retrofit rangkaian KRL, KAI juga berencana menambah trainset hingga 30 unit senilai Rp 5 triliun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru pada November tahun lalu.
Lebih jauh, KAI Commuter saat ini juga terus mengawal penyelesaian produksi 16 trainset yang dipesan melalui PT Inka. Satu trainset tambahan saat ini berada di Depo Depok untuk proses uji sertifikasi, sementara trainset berikutnya dalam proses pengiriman dari Banyuwangi.

