Dorong Lurik Prasojo Naik Kelas ke Pasar Global, Wamenkop Ingin Koperasi Sektor Riil Diperkuat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong ekonomi kerakyatan berbasis warisan budaya. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar ke Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera (Lurik Prasojo) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).
Wamenkop Farida mendorong revitalisasi peran koperasi sektor riil agar tidak sekadar berfokus pada aktivitas simpan pinjam, melainkan tumbuh menjadi pilar utama ekonomi nasional yang mampu membawa produk lokal menembus pasar global.
Farida menegaskan komitmen Kemenkop melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dalam menyalurkan pembiayaan untuk mendukung Koperasi Aji Tera.
Dukungan pembiayaan ini ditujukan agar koperasi pengrajin lurik legendaris yang berdiri sejak 1950 tersebut dapat naik kelas dan memperluas ekosistem usahanya.
Baca Juga
Dua Dekade LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi
"Pembiayaan ini bukan hanya agar koperasinya berjalan, tetapi kita harapkan Koperasi Aji Tera dengan Lurik Prasojo-nya bisa naik kelas hingga ke mancanegara. Kita ingin membangun ekosistem tenun dan lurik yang sama kuatnya dengan batik," ujar Farida, dikutip dari siaran pers.
Farida menambahkan, penguatan peran koperasi sektor riil sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan posisi koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional.
Ke depan, koperasi eksis seperti Aji Tera disiapkan menjadi mitra kolaborator bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang bakal difungsikan sebagai etalase produk-produk lokal unggulan di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Wamen Ekraf Irene Umar menyoroti potensi besar lurik di pasar internasional melalui nilai filosofis dan narasi spiritual yang terkandung di setiap motifnya. Menurutnya, konsumen global saat ini tidak hanya membeli produk busana, tetapi juga mencari narasi dan makna di balik karya tersebut.
"Lurik memiliki kesederhanaan pola yang sangat bisa diterima pasar internasional. Motif garis lurus atau rintik tidak hanya sekadar visual, tetapi membawa narasi kedekatan dengan Sang Pencipta dan harapan keberkahan. Wastra kita bisa menjadi media healing bagi masyarakat dunia," ungkap Irene.
Sebagai langkah konkret promosi, pemerintah merencanakan kolaborasi lintas sektor, termasuk mendorong publikasi ragam motif Lurik Prasojo pada media penerbangan nasional serta mengintegrasikan wastra tenun ke dalam ekosistem ekonomi kreatif dan tren pop culture generasi muda.
Agenda peninjauan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Direktur Bisnis LPDB Oetje Koesoema Prasetia, Karo Humas, TU, dan TI Kemenkop Darmono, serta Ketua Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera Maharani.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan pengurus koperasi untuk terus melibatkan pengrajin lokal serta kaum perempuan sebagai garda terdepan pelestari budaya dan penggerak ekonomi daerah.

