Gempa NTT, Menko AHY Sebut Pemerintah Prioritaskan Jalan, Air, dan Evakuasi Korban
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah mempercepat penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memprioritaskan evakuasi korban, pembukaan akses jalan, serta pemulihan layanan dasar masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga penanganan darurat tetap berjalan di sejumlah wilayah terdampak.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah melakukan penanganan secara cepat dan terpadu. Sejumlah pejabat pemerintah pusat juga telah ditugaskan menuju Labuan Bajo dan Maumere untuk memastikan respons di lapangan berjalan optimal.
Puluhan ribu paket sembako dari bantuan presiden (banpres) telah diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Kementerian dan lembaga terkait juga telah menjalankan penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Pemerintah bergerak cepat. Yang paling utama adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan, bantuan, dan layanan yang dibutuhkan. Akses menuju wilayah terdampak juga harus segera dipastikan agar proses penanganan darurat tidak terhambat,” ujar AHY dikutip Senin (17/8/2026).
Dari sisi infrastruktur, AHY telah meminta Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan sumber daya untuk membuka akses yang terputus serta memulihkan konektivitas dan layanan dasar masyarakat.
“Konektivitas adalah prioritas, karena tanpa akses, bantuan tidak akan sampai. Karena itu, jalan yang terdampak harus segera ditangani agar mobilitas petugas, bantuan logistik, dan masyarakat tetap dapat berlangsung,” kata AHY.
Baca Juga
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional BPJN NTT telah menangani 12 titik longsoran yang terjadi di sejumlah ruas jalan. Tiga titik berada di ruas Ruteng–KM 210, satu titik di ruas KM 210–Batas Kabupaten Manggarai, dan delapan titik lainnya berada di ruas Aegela–Batas Kota Ende.
Sejumlah alat berat, termasuk loader dan excavator, telah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran sekaligus menjaga jalan tetap dapat dilalui. Penanganan tetap memperhatikan keselamatan petugas karena potensi gempa susulan masih menjadi perhatian.
Selain akses jalan, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan layanan dasar, terutama ketersediaan air bagi masyarakat. Kementerian PU telah melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur sumber daya air di sejumlah wilayah yang terdampak.
Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS Nusa Tenggara II) juga telah menyiagakan peralatan pendukung, termasuk drilling rig dan truck crane. Peralatan tersebut disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila diperlukan di lapangan.
Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Waemese di Labuan Bajo agar pelayanan air minum bagi masyarakat dapat segera dipulihkan. Penanganan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur juga terus dilakukan untuk menjaga layanan sumber daya air.
“Prioritas kami dari sisi infrastruktur adalah jangan sampai kerusakan dan terputusnya akses memperberat kondisi masyarakat ataupun menghambat penanganan darurat. Konektivitas dan layanan dasar yang terdampak harus dipulihkan secepat mungkin,” tegas AHY.
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan juga telah mengonsolidasikan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD, serta unsur terkait lainnya.
“Pemerintah terus berkoordinasi dan hadir memastikan proses cepat tanggap darurat bencana, serta rehabilitasi dan rekonstruksi atas rumah, infrastruktur, dan fasilitas publik dapat berjalan efektif, cepat, dan tepat guna,” tutur AHY.
Pemulihan Berlanjut ke Rehabilitasi
AHY mengatakan penanganan tidak berhenti ketika fase tanggap darurat berakhir. Pemerintah akan melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan hasil penilaian kerusakan serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Menurut AHY, proses pemulihan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan aman dengan memperhatikan ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana di masa mendatang.
“Setelah fase darurat, kita harus memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tuntas. Infrastruktur yang dibangun kembali harus lebih kuat dan lebih tahan terhadap gempa sehingga masyarakat juga semakin terlindungi,” ujarnya.
AHY juga menyampaikan apresiasi kepada unsur yang telah bekerja di lapangan, mulai dari TNI, Polri, BPBD, relawan, pemerintah daerah, hingga jajaran teknis kementerian terkait, termasuk Kementerian PU.
Baca Juga
Jelang HUT Kemerdekaan RI, PLN Pulihkan Sebagian Besar Kelistrikan Flores Pascabencana
“Kepada seluruh petugas di lapangan, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan jajaran teknis kementerian, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Teruslah bekerja dengan cepat, cermat, dan penuh empati,” kata AHY.
Di tengah penanganan bencana, AHY menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga, mengalami luka, maupun menghadapi kerugian akibat gempa bumi di NTT.
“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa, korban luka, serta kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar AHY.
AHY mengatakan pemerintah akan terus mendampingi masyarakat NTT selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia memperkuat solidaritas dan memberikan dukungan kepada warga yang terdampak.
“Doa kita semua untuk seluruh masyarakat NTT yang terdampak. Semoga setiap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Kita akan lalui ini bersama. Pemerintah akan terus hadir hingga kondisi masyarakat dan wilayah terdampak berangsur pulih,” tutup AHY.
